Pemerintah Kabupaten Banyumas — Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah

Register Risiko — Rencana Tindak Pengendalian (RTP) Strategis

Tujuan: Meningkatnya literasi masyarakat dan meningkatnya tata kelola kearsipan (Renstra 2025–2029) • Periode: Tahun 2026 • Pemilik risiko (level strategis): Kepala Dinas
Total Risiko
19
15 Operasional + 4 Fraud (draf preventif)
Komposisi Level
3 · 4 · 12
3 Sangat Tinggi  4 Tinggi  12 Sedang
Prioritas
7 · 5 · 7
7× Prioritas 1 (3 RO + 4 fraud KHUSUS) · 5× Prioritas 2 · 7× Prioritas 3
Perlakuan
3 · 4 · 8 · 4
3 dihindari · 4 dimitigasi · 8 dipertimbangkan* · 4 wajib ditangani**
NoKodeSasaran & IndikatorPernyataan RisikoK × DLevelPrioritasPerlakuan
Sasaran 1 — Meningkatnya Literasi Masyarakat
1S1-R1IPLM (target 69)“Layanan perpustakaan belum menjangkau tingkat kecamatan akibat belum dialokasikannya anggaran pembangunan sarana, prasarana, dan tenaga pengelola”5 × 4 = 20Sangat Tinggi1Dihindari (avoid)
2S1-R2IPLM (target 69)“Perpustakaan khusus OPD tidak berkembang akibat belum dialokasikannya anggaran pengadaan sarana prasarana dan tenaga pengelola”5 × 3 = 15Sedang2Dipertimbangkan*
3S1-R3IPLM (target 69)“Layanan koleksi digital belum tersedia pada sebagian besar perpustakaan akibat belum dialokasikannya anggaran pengadaan platform dan e-book”5 × 4 = 20Sangat Tinggi1Dihindari (avoid)
4S1-R4IPLM (target 69)“Perpustakaan yang telah berdiri tidak beroperasi (mati suri) akibat ketiadaan tenaga pengelola dan anggaran operasional”4 × 4 = 16Tinggi2Dimitigasi (mitigate)
5S1-TKM1TKM (target 69)“Rendahnya realisasi kegiatan pembudayaan kegemaran membaca (14 dari 115 lokus)”3 × 3 = 9Sedang3Dipertimbangkan*
6S1-TKM2TKM (target 69)“Rendahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan dan belum meratanya pelaporan kunjungan”4 × 3 = 12Sedang3Dipertimbangkan*
7S1-TKM3TKM (target 69)“Kegiatan pembudayaan kegemaran membaca yang bersifat seremonial dan tidak berkelanjutan”3 × 2 = 6Sedang3Dipertimbangkan*
8S1-RF1 DRAFIPLM (target 69)“Terjadinya kecurangan dalam pengelolaan dana kegiatan pembinaan dan pengembangan perpustakaan”2 × 3 = 6Sedang1 KHUSUSWAJIB DITANGANI**
Sasaran 2 — Meningkatnya kualitas pengelolaan kearsipan sebagai bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan
9S2-R1Nilai Pengawasan Kearsipan Internal (target 50%)“Arsip statis perangkat daerah tidak terselamatkan ke lembaga kearsipan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan akibat belum optimalnya pembinaan dan pengawasan kearsipan oleh Dinarpusda selaku LKD”4 × 4 = 16Tinggi2Dimitigasi (mitigate)
10S2-R2Nilai Pengawasan Kearsipan Internal (target 50%)“Pengelolaan arsip dinamis pada perangkat daerah belum sepenuhnya sesuai NSPK kearsipan akibat keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM kearsipan (arsiparis)”5 × 4 = 20Sangat Tinggi1Dihindari (avoid)
11S2-R3Nilai Pengawasan Kearsipan Internal (target 50%)“Arsip negara pada perangkat daerah rusak atau hilang akibat sarana penyimpanan arsip yang belum memenuhi standar dan pengamanan yang belum memadai”4 × 4 = 16Tinggi2Dimitigasi (mitigate)
12S2-R4Nilai Pengawasan Kearsipan Internal (target 50%)“Pemusnahan arsip pada perangkat daerah tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan akibat belum tersedianya persetujuan pemusnahan dan pedoman/SK Bupati tentang penyerahan arsip statis”3 × 4 = 12Sedang3Dipertimbangkan*
13S2-R5Nilai Pengawasan Kearsipan Internal (target 50%)“Arsip sebagai bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat ditemukan kembali secara cepat dan tepat akibat perangkat daerah belum menyusun daftar arsip dan pengolahan informasi arsip”5 × 3 = 15Sedang3Dipertimbangkan*
14S2-KA1Keberadaan & Keutuhan Arsip (target 100%)“Kegagalan penyelamatan arsip statis pada saat terjadi bencana akibat depot arsip statis belum memiliki pintu darurat”2 × 5 = 10Sedang3Dipertimbangkan*
15S2-RF1 DRAFKeberadaan & Keutuhan Arsip (target 100%)“Hilangnya arsip sebagai bahan pertanggungjawaban akibat pemusnahan/penghilangan arsip secara sengaja tidak sesuai ketentuan”1 × 5 = 5Sedang1 KHUSUSWAJIB DITANGANI**
16S2-RF2 DRAFNilai Pengawasan Kearsipan Internal (target 50%)“Nilai hasil pengawasan kearsipan internal menjadi tidak valid akibat manipulasi hasil pengawasan”2 × 4 = 8Sedang1 KHUSUSWAJIB DITANGANI**
Sasaran 3 — Meningkatnya Pemanfaatan Perpustakaan untuk Literasi
17S3-R1Tingkat Pemanfaatan (target 63,62%)“Rendahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan unit layanan perpustakaan masyarakat”4 × 4 = 16Tinggi2Dimitigasi (mitigate)
18S3-R2Rasio Perpustakaan (target 0,60)“Tidak bertambahnya jumlah perpustakaan sesuai SNP di Kabupaten Banyumas”3 × 3 = 9Sedang3Dipertimbangkan*
19S3-RF1 DRAFTingkat Pemanfaatan (target 63,62%)“Capaian indikator menjadi tidak valid akibat manipulasi data kunjungan dan layanan perpustakaan”2 × 4 = 8Sedang1 KHUSUSWAJIB DITANGANI**
Klik pernyataan risiko untuk membuka lembar kerja 5 langkah masing-masing risiko.

Catatan & Keterangan

  1. Skor kemungkinan (K) × dampak (D) merupakan penilaian awal analis; finalisasi melalui FGD/kuesioner (modus).
  2. Selera risiko (risk appetite) ditetapkan oleh pimpinan.
  3. Empat risiko fraud (kode RF) berstatus DRAF PREVENTIF: belum ada indikasi/kejadian. Kategori fraud memakai pendekatan zero tolerance — wajib ditangani dan mitigasi dirancang, berapa pun skornya. Draf dihapus apabila FGD menolak.

* Dipertimbangkan untuk ditangani sesuai prioritas dan ketersediaan sumber daya (Tabel 5 — level Sedang).
** WAJIB DITANGANI dan mitigasi dirancang — terlepas dari level (ketentuan zero tolerance Lampiran I untuk kategori fraud).

Sumber acuan: SE Bupati Banyumas No. 000.7/2227/VI/2026 beserta Lampiran I (Tabel 2/3/4/5) • Renstra Dinarpusda 2025–2029 • Renja Perubahan Dinarpusda 2026.