DRAF UNTUK REVIEW — BELUM VALIDASI FGD

RTP Operasional — Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Arsip

Program 3 — Perizinan Penggunaan Arsip + Program 4 — Perlindungan & Penyelamatan Arsip + Program 5 (Keg. 9–10). Form 1C (konteks) & Form 2C (identifikasi) level operasional.

Rp 166 jtpagu program
5risiko kecurangan
6risiko non-fraud (draf)
6kegiatan

Form 1C — Penetapan Konteks

Ruang lingkup penerapan: Fungsi pengelolaan arsip statis, SIKN/JIKN, perizinan arsip tertutup, pemusnahan, serta perlindungan dan penyelamatan arsip.

🎯 Kegiatan terpilih

🤝 Stakeholder terkait

Kabid Pengelolaan dan Pelestarian ArsipArsiparisOPD/kecamatan/pemdes (pencipta arsip)ANRI & Arpus Prov. JatengBPBDPemohon/masyarakatInspektoratBagian Hukum

📜 Peraturan & amanat

🔗 Proses bisnis

BMS.APD.01.01BMS.APD.01.02BMS.APD.02.01BMS.APD.02.02BMS.APD.02.03BMS.APD.03.01

Form 2C — Identifikasi Risiko

Risiko kecurangan berikut adalah risiko level operasional dari Form 5C resmi (6 Juli 2026) — otomatis Wajib Ditangani sesuai aturan 4C.

🔴 Risiko Kecurangan (5 risiko)

NoPernyataan risikoResidual
20Perangkat Daerah memberikan ucapan " Terimakasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya kepada Petugas setelah pelaksanaan Evakuasi Arsip yang kena Bencana20.0 ST
21Perangkat Daerah memberikan ucapan " Terimakasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya kepada Petugas setelah pelaksanaan penyelamatan arsip dilaksanakan ( digabung atau dibubarkan )20 ST
22Pemberian akses arsip berkategori rahasia dan sangat rahasia kepada pihak eksternal/pemohon yang memiliki hubungan kekerabatan, kedekatan dan pertemanan dengan Petugas Pengelola Arsip20.0 ST
23Adanya pemberian suap-imbalan oleh pemohon kepada petugas kearsipan guna mendapatkan akses ilegal terhadap arsip terbatas, rahasia, dan sangat rahasia20.0 ST
24Pemohon / Masyarakat memberikan memberikan suap atau komisi ilegal (kickback) dalam bentuk barang ataupun fasilitas apapun kepada petugas dalam proses pelaksanaan penilaian dan verifikasi daftar usul musnah20.0 ST

Rincian lengkap (akar penyebab, pengendalian, penanganan, jadwal, PIC): buka register rinci →

🟡 Risiko Operasional Non-Fraud (6 risiko — draf analis)

OP-06
Tidak optimalnya layanan izin penggunaan arsip tertutup akibat pagu yang nyaris tidak ada (Rp 50.000).
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Dampak / potensi kerugian
Layanan perizinan tidak berjalan sebagaimana mestinya
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K5 × Dampak D2 → 12 Sedang (Tabel 5)
Faktual: pagu Rp 50.000, realisasi 0 — layanan praktis tidak dapat berjalan.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada.
Residual: K 5 × D 2 → 12 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Program 3 — pagu Rp 50.000, realisasi 0
OP-07
Pemusnahan arsip cacat prosedur (tanpa SK panitia penilai / Berita Acara sesuai ketentuan) akibat belum lengkapnya dokumen penyusutan.
RP · KepatuhanSumber: InternalKabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Dampak / potensi kerugian
Pemusnahan tidak sah; menjadi temuan audit
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K3 × Dampak D4 → 18 Tinggi (Tabel 5)
Dokumen penyusutan belum lengkap (SK panitia penilai & BA belum ada); pemusnahan arsip direncanakan tahun berjalan.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Penyusunan SK panitia penilai sedang diproses.
Residual: K 2 × D 4 → 16 Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A4 — belum terdapat SK panitia penilai; BA pemusnahan 2 rangkap belum dibuat
OP-08
Kerusakan arsip statis yang tidak tertangani dini akibat belum tersedianya fire alarm/heat detector dan pintu darurat depot arsip.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Dampak / potensi kerugian
Kehilangan arsip statis permanen saat kebakaran
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K2 × Dampak D5 → 21 Sangat Tinggi (Tabel 5)
Kebakaran jarang terjadi (K=2), tetapi tanpa fire alarm/heat detector + pintu darurat, arsip statis hilang permanen bila terjadi (D=5).
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — pintu darurat depot belum dianggarkan 2026.
Residual: K 2 × D 5 → 21 Sangat Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
🔗 Bersinggungan dengan risiko strategis S2-KA1
Sumber evidence: LAKI A6; info pengguna: pintu darurat depot belum dianggarkan 2026
OP-09
Ketidakpastian status dan penumpukan arsip statis OPD akibat belum dilaksanakannya verifikasi daftar arsip usul serah oleh LKD.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Dampak / potensi kerugian
Arsip statis tidak tertangani; beban OPD menumpuk
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D3 → 14 Sedang (Tabel 5)
LKD belum melakukan verifikasi daftar arsip usul serah; arsip statis OPD sudah menumpuk.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Penjadwalan verifikasi usul serah.
Residual: K 3 × D 3 → 13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A5 — LKD belum melakukan verifikasi daftar arsip usul serah
OP-10
Ketidakjelasan pertanggungjawaban arsip yang diserahkan akibat serah terima arsip statis tanpa berita acara.
RP · KepatuhanSumber: InternalKabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Dampak / potensi kerugian
Sengketa administrasi; arsip tidak terlacak
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K3 × Dampak D3 → 13 Sedang (Tabel 5)
Praktik serah terima arsip statis berjalan tanpa berita acara + daftar arsip.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — format BA belum dibakukan.
Residual: K 3 × D 3 → 13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A5 — serah terima agar disertai berita acara + daftar arsip
OP-11
Tidak tercapainya target layanan akses arsip melalui SIKN/JIKN (26/52 berkas terunggah, 50%) akibat keterbatasan pelaksanaan unggah.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Dampak / potensi kerugian
Arsip statis tidak dapat diakses publik secara daring
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D2 → 9 Rendah (Tabel 5)
Baru 26/52 berkas terunggah (50%); keterbatasan SDM pelaksana unggah.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Penugasan petugas khusus unggah SIKN.
Residual: K 3 × D 2 → 8 Rendah (Tabel 5) · Prioritas draf P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 15 — 26/52 berkas terunggah SIKN (50%)
💡 Catatan kejujuran draf: kategori risiko mengikuti Tabel 1 Lampiran I SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 (9 kategori: RS, RK, RP, RL, RF, RR, RO, RSK, RB); skor dibaca dari Tabel 5 Matriks Analisis Risiko (kombinasi K×D — bukan perkalian aritmetika); pemilik risiko ditulis dalam bentuk jabatan dan dapat dikoreksi; skor 3C/4C adalah draf analis — final menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan selera risiko pimpinan; pernyataan risiko mengikuti kaidah pedoman (berupa peristiwa, bukan negasi tujuan).
← Indeks RTP Operasional  •  Beranda