RTP Strategis OPD • Dinarpusda Kab. Banyumas

Lembar Kerja: Sasaran 1 — Risiko 2

Dokumen pendamping pengisian Aplikasi MRPN (e-office). Setiap isian aplikasi disertai cara berpikir di baliknya dan sumber acuan yang dipakai.  ← Daftar Lembar Kerja

Pernyataan Risiko 2
"Perpustakaan khusus OPD tidak berkembang akibat belum dialokasikannya anggaran pengadaan sarana prasarana dan tenaga pengelola"
1

Penetapan Konteks

Form 1B • Menu "Penetapan Konteks" → Strategis OPD (F1B)
⌨️ Isian aplikasi
Unit Pemilik RisikoDinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab. Banyumas
TujuanMeningkatnya literasi masyarakat dan meningkatnya tata kelola kearsipan
SasaranMeningkatnya Literasi Masyarakat
Indikator sasaranIndeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) — target 69 (2026)
Unsur terancamPemerataan layanan perpustakaan — sub-unsur perpustakaan khusus
Proses pendukungBMS.APD.04.01.CFM.02 — Pengembangan Perpustakaan di Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Pemilik risikoKepala Dinas (level strategis)
🧠 Cara berpikir
  1. RTP Strategis melekat pada Tujuan & Sasaran — konteksnya dimulai dari Sasaran 1.
  2. Dari 7 unsur pembentuk IPLM, risiko ini menyerang unsur: Pemerataan layanan perpustakaan — sub-unsur perpustakaan khusus.
  3. Petakan ke proses bisnis yang menopang unsur tersebut → BMS.APD.04.01.CFM.02 — Pengembangan Perpustakaan di Tingkat Daerah Kabupaten/Kota.
📚 Sumber acuan
  • Renstra Dinarpusda 2025–2029 — Tabel 3.1: Tujuan, Sasaran 1, indikator IPLM target 69
  • SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 Lampiran I — definisi RTP Strategis
  • Peta Proses Bisnis Dinarpusda — BMS.APD.04.01.CFM.02
2

Identifikasi Risiko

Form 2B • Menu "Identifikasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Pernyataan risiko"Perpustakaan khusus OPD tidak berkembang akibat belum dialokasikannya anggaran pengadaan sarana prasarana dan tenaga pengelola"
KategoriRO — Risiko Operasional (ketidakcukupan proses internal / SDM / sistem)
SumberInternal
PenyebabBelum ada alokasi anggaran pengadaan sarana prasarana dan tenaga pengelola perpustakaan khusus OPD
AkibatCakupan layanan perpustakaan tidak meluas ke OPD; ekosistem layanan timpang (hanya terpusat di perpustakaan daerah) → unsur pemerataan stagnan → IPLM terhambat mencapai 69
🧠 Cara berpikir
  1. Mulai dari kondisi nyata lapangan, bukan karangan.
  2. Ubah kondisi menjadi peristiwa: apa yang terjadi + akibat apa (penyebabnya).
  3. Uji 4 aturan: bukan negasi tujuan ✓ • peristiwa konkret ✓ • penyebab current & real ✓ • akibat terkait sasaran/indikator ✓
  4. Kategori RO: bersumber dari ketidakcukupan proses & sumber daya internal.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I pedoman — aturan pernyataan risiko + Tabel 1 (kategori)
  • Kondisi lapangan Dinarpusda (terkonfirmasi)
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan Dinarpusda 2026 — matriks pagu sub-kegiatan: verifikasi alokasi anggaran penyebab risiko
3

Analisis Risiko

Form 3B • Menu "Analisis Risiko" — isi skor + kolom Catatan (wajib)
⌨️ Isian aplikasi
Skala kemungkinan5 — Hampir pasti terjadi
Catatan Kemungkinan"Penyebab risiko bersifat struktural dan masih berlangsung — belum ada alokasi anggaran pengadaan sarana, prasarana, dan tenaga pengelola untuk perpustakaan khusus OPD dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Tanpa intervensi, tidak berkembangnya perpustakaan khusus OPD hampir pasti terjadi. Data Renja Perubahan 2026: tidak ada alokasi khusus pengadaan sarana prasarana dan tenaga pengelola perpustakaan khusus OPD; pagu pengembangan perpustakaan umum hanya Rp102,3 juta untuk 10 perpustakaan."
Skala dampak3 — Moderat
Catatan Dampak"Risiko menghambat kelengkapan ekosistem layanan perpustakaan daerah, namun dampak langsungnya terhadap masyarakat umum lebih terbatas dibanding layanan tingkat kecamatan — sehingga berdampak moderat terhadap pencapaian target IPLM 69."
Skor / level5 × 3 = 15 → Sedang (kuning)
Pengendalian yang adaBelum ada
Skor residual5 × 3 = 15 → residual: Sedang (kuning)
🧠 Cara berpikir
  1. Kemungkinan: penyebab struktural (anggaran nol) dan masih berlangsung → frekuensi >50% → skor 5.
  2. Dampak: area Kepentingan Publik — perpustakaan khusus OPD terutama melayani internal & melengkapi ekosistem; jangkauan langsung ke masyarakat umum terbatas → skor 3 (moderat).
  3. Contoh kasus level Sedang: tidak wajib ditangani seperti level Tinggi, tetapi tetap dipertimbangkan sesuai prioritas — bandingkan dengan Risiko 1 (merah) yang harus didahulukan.
  4. Catatan ditulis berpola: fakta kondisi + kaitan ke kriteria tabel.
  5. Skor final idealnya via FGD/kuesioner (modus); ini penilaian awal analis.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 2 (kemungkinan), Tabel 3 (dampak), Tabel 4 (heatmap)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — kolom Catatan Kemungkinan & Catatan Dampak wajib diisi
  • heatmap.html — verifikasi visual
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan Dinarpusda 2026 — Tabel 2.1.b (capaian s.d. TW II) & matriks pagu sub-kegiatan Program Pembinaan Perpustakaan
4

Evaluasi Risiko

Form 4B • Menu "Evaluasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Skor residual5 × 3 = 15 → Sedang (kuning)
Kriteria yang dapat diterimaDitetapkan pimpinan — contoh: hanya menerima sampai level Sedang
Hasil evaluasiPrioritas 2 (setelah Risiko 1 & 3 yang berlevel Sangat Tinggi)
PerlakuanDipertimbangkan untuk ditangani sesuai prioritas dan ketersediaan sumber daya (Tabel 5 — level Sedang)
🧠 Cara berpikir
  1. Bandingkan level residual dengan selera risiko pimpinan.
  2. Tentukan urutan prioritas antar-risiko: merah dulu, lalu oranye, lalu kuning.
  3. Perlakuan mengikuti Tabel 5.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 4 (level) & Tabel 5 (perlakuan)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Evaluasi Risiko
5

Rencana Penanganan

Form 5B • Menu "Rencana Penanganan Risiko" — inti dokumen RTP
⌨️ Isian aplikasi
Akar penyebab (Why)Why-1: belum ada alokasi anggaran → Why-2: kebutuhan perpustakaan khusus OPD belum dipetakan → Why-3 (akar): belum ada standar/pedoman dan advokasi kebutuhan ke masing-masing OPD
Uraian penanganan(1) Mendata dan memetakan OPD yang belum memiliki perpustakaan khusus; (2) Menyusun standar/pedoman pengelolaan perpustakaan khusus OPD disertai pembinaan; (3) Mengusulkan alokasi anggaran bertahap; (4) Sementara itu mengoptimalkan perpustakaan daerah sebagai hub layanan bagi OPD
Jadwal2026–2027
Indikator penangananPeta kebutuhan perpustakaan khusus OPD tersusun; pedoman pengelolaan terbit; jumlah OPD yang terbina
Penanggung jawab (pemilik risiko)Kepala Dinas
Pengelola risikoKepala Bidang Perpustakaan
Anggaran dibutuhkanDiisi sesuai perhitungan kebutuhan
🧠 Cara berpikir
  1. Telusuri penyebab dengan "kenapa" berulang sampai ke akar yang bisa ditindak.
  2. Rancang penanganan yang menyentuh akar, bukan gejala.
  3. Pastikan tiap penanganan punya indikator & jadwal — akan dipantau triwulanan (Form 7).
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — struktur Form 5B (kolom 1–17)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Rencana Penanganan Risiko

✅ Checklist siap input ke aplikasi

  1. Login e-office → Aplikasi Manajemen Kinerja → menu Pengendalian → MRPN
  2. Penetapan Konteks (F1B): isi profil + pilih Sasaran 1
  3. Identifikasi (Form 2): salin pernyataan risiko + kategori + penyebab + akibat
  4. Analisis (Form 3): input skor 5 & 3 beserta kedua kolom Catatan
  5. Evaluasi (Form 4): bandingkan dengan selera risiko pimpinan → tetapkan prioritas & perlakuan
  6. Rencana Penanganan (Form 5): salin akar penyebab, uraian penanganan, jadwal, indikator, PIC
⚠️ Catatan validasi: skor pada lembar ini adalah penilaian awal analis. Skor final sebaiknya diputuskan melalui FGD/kuesioner bersama pemilik risiko (diambil modus), dan selera risiko ditetapkan oleh pimpinan.