Form 1C — Penetapan Konteks
Ruang lingkup penerapan: Fungsi pembinaan perpustakaan, pembudayaan gemar membaca, pengelolaan perpustakaan daerah, serta pelestarian naskah kuno dan koleksi budaya etnis.
🎯 Kegiatan terpilih
- Keg. 1 — Pembudayaan gemar membaca tingkat daerah (Sub 1–3)
- Keg. 2 — Pengelolaan perpustakaan tingkat daerah (Sub 4–8)
- Keg. 3 — Pelestarian naskah kuno milik daerah (Sub 9)
- Keg. 4 — Pengembangan koleksi budaya etnis nusantara (Sub 10)
🤝 Stakeholder terkait
Kabid PerpustakaanKasiPustakawan & tenaga perpustakaanPengelola perpusdes/TBM/komunitas literasiSatuan pendidikanMasyarakatPerpusnas (DAK Non Fisik)Dinas Pendidikan
📜 Peraturan & amanat
- UU 43/2007 (Perpustakaan)
- Standar Nasional Perpustakaan (Perpusnas)
- SE Bupati 000.7/2227/VI/2026 (MRPN)
- Peraturan KPK 1/2026 (pencegahan korupsi)
🔗 Proses bisnis
BMS.APD.04.01BMS.APD.04.02BMS.APD.05.01BMS.APD.05.02
Form 2C — Identifikasi Risiko
Risiko kecurangan berikut adalah risiko level operasional dari Form 5C resmi (6 Juli 2026) — otomatis Wajib Ditangani sesuai aturan 4C.
🔴 Risiko Kecurangan (14 risiko)
| No | Pernyataan risiko | Residual |
|---|
| 1 | Pemustaka/Pengunjung memberikan "Ucapan terima kasih" dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas pelayanan untuk mempercepat proses pencetakan/pembuatan kartu anggota | 20.0 ST |
| 2 | Petugas layanan memanfaatkan hubungan kekerabatan, kedekatan, atau pertemanan dengan pengunjung tertentu untuk mempermudah prosedur pendaftaran anggota dan peminjaman buku | 20.0 ST |
| 3 | Pemustaka memberikan suap kepada petugas layanan untuk menghapus atau mengurangi Sanksi keterlambatan/kerusakan buku secara ilegal | 20.0 ST |
| 4 | Petugas layanan memanfaatkan hubungan kekerabatan, kedekatan, atau pertemanan dengan mitra perpustakaan terkait peminjaman buku (Siladutul ) | 20.0 ST |
| 5 | Mitra perpustakaan memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas pelayanan setelah selesai proses peminjaman buku | 20.0 ST |
| 6 | Penerbit atau mitra perpustakaan memberikan komisi ilegal (kickback) kepada panitia agar mendapatkan kuota stan pameran strategis secara eklusif | 20.0 ST |
| 7 | Penerbit atau Mitra perpustakaan memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada panitia Festival Literasi setelah pelaksanaan kegiatan Festival Literasi | 20.0 ST |
| 8 | Pengelola perpustakaan memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas pendataan setelah pelaksanaan proses pendataan | 20.0 ST |
| 9 | Tim Pelaksana Kegiatan memanfaatkan hubungan kekerabatan, kedekatan, atau pertemanan untuk memanipulasi alokasi kuota peserta Bimbingan Teknis | 20.0 ST |
| 10 | Rekanan kerja/Penyedia barang dan jasa memberikan suap atau komisi ilegal (kickback) kepada Panitia Pengadaan/Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK dan PA agar dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung sebagai penyedia utama bahan pustaka | 20.0 ST |
| 11 | Rekanan kerja/Penyedia barang dan jasa memberikan ucapan "Terima kasih" berupa barang atau fasilitas lain kepada Panitia Pengadaan/Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK dan PA setelah proses pengadaan selesai | 20.0 ST |
| 12 | Pemilik Naskah Kuno memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas atas pelayana alih media dan pendaftaran naskah yang telah dilaksanakan | 20.0 ST |
| 13 | Pemilik Budaya Etnis / Masyarakat memberikan suap atau komisi ilegal (kickback) kepada petugas seleksi dan pengadaan untuk diloloskan dan mengakui karyanya sebagai budaya etnis lokal yang diajukan | 20.0 ST |
| 14 | Pemilik Budaya Etnis/Masyarakat memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas seleksi dan pengadaan atas diloloskannya dan diakui karyanya sebagai budaya etnis lokal | 20.0 ST |
Rincian lengkap (akar penyebab, pengendalian, penanganan, jadwal, PIC): buka register rinci →
🟡 Risiko Operasional Non-Fraud (4 risiko — draf analis)
OP-01
Penumpukan pelaksanaan sub-kegiatan pembinaan perpustakaan pada semester II akibat realisasi anggaran TW II yang sangat rendah (26,57%).
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Perpustakaan
- Dampak / potensi kerugian
- Target kinerja tidak tercapai tepat waktu; mutu pembinaan menurun
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K4 × Dampak
D3 →
14 Sedang (Tabel 5)
Realisasi TW II baru 26,57%; pola penumpukan pelaksanaan di semester II berulang tiap tahun anggaran.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Monev realisasi triwulanan oleh Sekretariat.
Residual: K
3 × D
3 →
13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf
P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja — Program 1 realisasi 26,57% (SANGAT RENDAH); Sub 3 realisasi 0%; Sub 4 realisasi 0%
OP-02
Terganggunya/terhentinya kegiatan yang didukung DAK Non Fisik akibat keterlambatan atau perubahan penyaluran dana transfer pusat.
RK · KebijakanSumber: EksternalKabid Perpustakaan
- Dampak / potensi kerugian
- Lomba literasi, TPBIS, dan bimtek yang bergantung DAK NF tertunda/batal
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K2 × Dampak
D4 →
16 Tinggi (Tabel 5)
Belum ada sinyal keterlambatan penyaluran, tetapi ketergantungan program pada DAK Non Fisik bersifat struktural.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Koordinasi berkala dengan pemerintah pusat.
Residual: K
2 × D
4 →
16 Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf
P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: SWOT Renja — kelemahan: ketergantungan DAK Non Fisik; kerentanan keberlanjutan program
OP-04
Keterlambatan pengadaan bahan perpustakaan (target 1.200 eksemplar, realisasi TW II 0) akibat proses pengadaan yang baru berjalan.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Perpustakaan
- Dampak / potensi kerugian
- Penambahan koleksi tidak tepat waktu
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K4 × Dampak
D2 →
9 Rendah (Tabel 5)
Realisasi TW II 0 eksemplar; proses pengadaan baru berjalan meski seleksi bahan sudah selesai.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Jadwal pengadaan dialokasikan TW III.
Residual: K
3 × D
2 →
8 Rendah (Tabel 5) · Prioritas draf
P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 4 — seleksi selesai, dalam proses pengadaan; realisasi 0
OP-05
Tidak tercapainya target 115 lokus sosialisasi budaya baca (realisasi 14) akibat efisiensi belanja perjalanan dinas APBD.
RK · KebijakanSumber: Internal & EksternalKabid Perpustakaan
- Dampak / potensi kerugian
- Pemerataan layanan literasi terhambat
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K5 × Dampak
D3 →
17 Tinggi (Tabel 5)
Faktual: 14 dari 115 lokus (12,17%); efisiensi belanja perjalanan dinas APBD masih berlaku.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — efisiensi anggaran di luar kendali OPD.
Residual: K
5 × D
3 →
17 Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf
P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 3 — target 115 lokus, realisasi 14 (12,17%); hambatan: efisiensi anggaran perjalanan dinas
💡 Catatan kejujuran draf: kategori risiko mengikuti Tabel 1 Lampiran I SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 (9 kategori: RS, RK, RP, RL, RF, RR, RO, RSK, RB); skor dibaca dari Tabel 5 Matriks Analisis Risiko (kombinasi K×D — bukan perkalian aritmetika); pemilik risiko ditulis dalam bentuk jabatan dan dapat dikoreksi; skor 3C/4C adalah draf analis — final menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan selera risiko pimpinan; pernyataan risiko mengikuti kaidah pedoman (berupa peristiwa, bukan negasi tujuan).