DRAF UNTUK REVIEW — BELUM VALIDASI FGD

RTP Operasional — Bidang Perpustakaan

Program 1 — Pembinaan Perpustakaan + Program 2 — Pelestarian Koleksi Nasional & Naskah Kuno. Form 1C (konteks) & Form 2C (identifikasi) level operasional.

Rp 1,07 Mpagu program
14risiko kecurangan
4risiko non-fraud (draf)
4kegiatan

Form 1C — Penetapan Konteks

Ruang lingkup penerapan: Fungsi pembinaan perpustakaan, pembudayaan gemar membaca, pengelolaan perpustakaan daerah, serta pelestarian naskah kuno dan koleksi budaya etnis.

🎯 Kegiatan terpilih

🤝 Stakeholder terkait

Kabid PerpustakaanKasiPustakawan & tenaga perpustakaanPengelola perpusdes/TBM/komunitas literasiSatuan pendidikanMasyarakatPerpusnas (DAK Non Fisik)Dinas Pendidikan

📜 Peraturan & amanat

🔗 Proses bisnis

BMS.APD.04.01BMS.APD.04.02BMS.APD.05.01BMS.APD.05.02

Form 2C — Identifikasi Risiko

Risiko kecurangan berikut adalah risiko level operasional dari Form 5C resmi (6 Juli 2026) — otomatis Wajib Ditangani sesuai aturan 4C.

🔴 Risiko Kecurangan (14 risiko)

NoPernyataan risikoResidual
1Pemustaka/Pengunjung memberikan "Ucapan terima kasih" dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas pelayanan untuk mempercepat proses pencetakan/pembuatan kartu anggota20.0 ST
2Petugas layanan memanfaatkan hubungan kekerabatan, kedekatan, atau pertemanan dengan pengunjung tertentu untuk mempermudah prosedur pendaftaran anggota dan peminjaman buku20.0 ST
3Pemustaka memberikan suap kepada petugas layanan untuk menghapus atau mengurangi Sanksi keterlambatan/kerusakan buku secara ilegal20.0 ST
4Petugas layanan memanfaatkan hubungan kekerabatan, kedekatan, atau pertemanan dengan mitra perpustakaan terkait peminjaman buku (Siladutul )20.0 ST
5Mitra perpustakaan memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas pelayanan setelah selesai proses peminjaman buku20.0 ST
6Penerbit atau mitra perpustakaan memberikan komisi ilegal (kickback) kepada panitia agar mendapatkan kuota stan pameran strategis secara eklusif20.0 ST
7Penerbit atau Mitra perpustakaan memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada panitia Festival Literasi setelah pelaksanaan kegiatan Festival Literasi20.0 ST
8Pengelola perpustakaan memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas pendataan setelah pelaksanaan proses pendataan20.0 ST
9Tim Pelaksana Kegiatan memanfaatkan hubungan kekerabatan, kedekatan, atau pertemanan untuk memanipulasi alokasi kuota peserta Bimbingan Teknis20.0 ST
10Rekanan kerja/Penyedia barang dan jasa memberikan suap atau komisi ilegal (kickback) kepada Panitia Pengadaan/Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK dan PA agar dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung sebagai penyedia utama bahan pustaka20.0 ST
11Rekanan kerja/Penyedia barang dan jasa memberikan ucapan "Terima kasih" berupa barang atau fasilitas lain kepada Panitia Pengadaan/Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK dan PA setelah proses pengadaan selesai20.0 ST
12Pemilik Naskah Kuno memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas atas pelayana alih media dan pendaftaran naskah yang telah dilaksanakan20.0 ST
13Pemilik Budaya Etnis / Masyarakat memberikan suap atau komisi ilegal (kickback) kepada petugas seleksi dan pengadaan untuk diloloskan dan mengakui karyanya sebagai budaya etnis lokal yang diajukan20.0 ST
14Pemilik Budaya Etnis/Masyarakat memberikan ucapan " Terima Kasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lain kepada petugas seleksi dan pengadaan atas diloloskannya dan diakui karyanya sebagai budaya etnis lokal20.0 ST

Rincian lengkap (akar penyebab, pengendalian, penanganan, jadwal, PIC): buka register rinci →

🟡 Risiko Operasional Non-Fraud (4 risiko — draf analis)

OP-01
Penumpukan pelaksanaan sub-kegiatan pembinaan perpustakaan pada semester II akibat realisasi anggaran TW II yang sangat rendah (26,57%).
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Perpustakaan
Dampak / potensi kerugian
Target kinerja tidak tercapai tepat waktu; mutu pembinaan menurun
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D3 → 14 Sedang (Tabel 5)
Realisasi TW II baru 26,57%; pola penumpukan pelaksanaan di semester II berulang tiap tahun anggaran.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Monev realisasi triwulanan oleh Sekretariat.
Residual: K 3 × D 3 → 13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja — Program 1 realisasi 26,57% (SANGAT RENDAH); Sub 3 realisasi 0%; Sub 4 realisasi 0%
OP-02
Terganggunya/terhentinya kegiatan yang didukung DAK Non Fisik akibat keterlambatan atau perubahan penyaluran dana transfer pusat.
RK · KebijakanSumber: EksternalKabid Perpustakaan
Dampak / potensi kerugian
Lomba literasi, TPBIS, dan bimtek yang bergantung DAK NF tertunda/batal
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K2 × Dampak D4 → 16 Tinggi (Tabel 5)
Belum ada sinyal keterlambatan penyaluran, tetapi ketergantungan program pada DAK Non Fisik bersifat struktural.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Koordinasi berkala dengan pemerintah pusat.
Residual: K 2 × D 4 → 16 Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: SWOT Renja — kelemahan: ketergantungan DAK Non Fisik; kerentanan keberlanjutan program
OP-04
Keterlambatan pengadaan bahan perpustakaan (target 1.200 eksemplar, realisasi TW II 0) akibat proses pengadaan yang baru berjalan.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Perpustakaan
Dampak / potensi kerugian
Penambahan koleksi tidak tepat waktu
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D2 → 9 Rendah (Tabel 5)
Realisasi TW II 0 eksemplar; proses pengadaan baru berjalan meski seleksi bahan sudah selesai.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Jadwal pengadaan dialokasikan TW III.
Residual: K 3 × D 2 → 8 Rendah (Tabel 5) · Prioritas draf P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 4 — seleksi selesai, dalam proses pengadaan; realisasi 0
OP-05
Tidak tercapainya target 115 lokus sosialisasi budaya baca (realisasi 14) akibat efisiensi belanja perjalanan dinas APBD.
RK · KebijakanSumber: Internal & EksternalKabid Perpustakaan
Dampak / potensi kerugian
Pemerataan layanan literasi terhambat
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K5 × Dampak D3 → 17 Tinggi (Tabel 5)
Faktual: 14 dari 115 lokus (12,17%); efisiensi belanja perjalanan dinas APBD masih berlaku.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — efisiensi anggaran di luar kendali OPD.
Residual: K 5 × D 3 → 17 Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 3 — target 115 lokus, realisasi 14 (12,17%); hambatan: efisiensi anggaran perjalanan dinas
💡 Catatan kejujuran draf: kategori risiko mengikuti Tabel 1 Lampiran I SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 (9 kategori: RS, RK, RP, RL, RF, RR, RO, RSK, RB); skor dibaca dari Tabel 5 Matriks Analisis Risiko (kombinasi K×D — bukan perkalian aritmetika); pemilik risiko ditulis dalam bentuk jabatan dan dapat dikoreksi; skor 3C/4C adalah draf analis — final menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan selera risiko pimpinan; pernyataan risiko mengikuti kaidah pedoman (berupa peristiwa, bukan negasi tujuan).
← Indeks RTP Operasional  •  Beranda