DRAF UNTUK REVIEW — BELUM VALIDASI FGD

RTP Operasional — Bidang Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan

Program 5 — Pengelolaan Arsip (Kegiatan 11). Form 1C (konteks) & Form 2C (identifikasi) level operasional.

Rp 75,5 jtpagu program
5risiko kecurangan
4risiko non-fraud (draf)
1kegiatan

Form 1C — Penetapan Konteks

Ruang lingkup penerapan: Fungsi pembinaan, pengembangan, dan pengawasan pengelolaan arsip dinamis pada perangkat daerah.

🎯 Kegiatan terpilih

🤝 Stakeholder terkait

Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan54 perangkat daerah (21 dinas/badan + 27 kecamatan + RS)Arpus Prov. Jateng (verifikasi)Inspektorat

📜 Peraturan & amanat

🔗 Proses bisnis

BMS.APD.01.03

Form 2C — Identifikasi Risiko

Risiko kecurangan berikut adalah risiko level operasional dari Form 5C resmi (6 Juli 2026) — otomatis Wajib Ditangani sesuai aturan 4C.

🔴 Risiko Kecurangan (5 risiko)

NoPernyataan risikoResidual
15Adanya Hubungan kedekatan/kekerabatan antara pendamping dengan Pimpinan Perangkat Daerah saat pendampingan atau fasilitasi pengelolaan kearsipan agar diprioritaskan pendampingannya20.0 ST
16Perangkat Daerah memberikan ucapan " Terimakasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya kepada Pendamping Kearsipan setelah selesai pelaksanaan Pendampingan Kearsipan20.0 ST
17Adanya Hubungan kedekatan/kekerabatan antara pendamping dengan Pimpinan Perangkat Daerah saat pelaksanaan monitoring aplikasi SRIKANDI yang berpotensi menurunkan objektivitas penilaian20.0 ST
18Adanya Hubungan kedekatan/kekerabatan antara pendamping/pengawas dengan Pimpinan Perangkat Daerah saat pengawasan pengelolaan kearsipan internal yang berpotensi menurunkan objektivitas penilaian20.0 ST
19Perangkat Daerah memberikan ucapan " Terimakasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya kepada Pendamping/Pengawas Kearsipan setelah selesai pelaksanaan Pengawasan Kearsipan20.0 ST

Rincian lengkap (akar penyebab, pengendalian, penanganan, jadwal, PIC): buka register rinci →

🟡 Risiko Operasional Non-Fraud (4 risiko — draf analis)

OP-12
Tidak efektifnya pembinaan dan pengawasan kearsipan akibat tidak tersedianya arsiparis di seluruh kecamatan (30/30 obyek) dan sebagian besar OPD.
RO · OperasionalSumber: Internal & EksternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
Dampak / potensi kerugian
Rekomendasi pengawasan tidak ditindaklanjuti; mutu kearsipan stagnan
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K5 × Dampak D4 → 22 Sangat Tinggi (Tabel 5)
Faktual: 30/30 obyek kecamatan/RS belum memiliki arsiparis; temuan berulang di OPD — mutu kearsipan se-kabupaten stagnan.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — formasi arsiparis di luar kewenangan penuh OPD.
Residual: K 5 × D 4 → 22 Sangat Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A2 — 30/30 obyek kecamatan/RS belum memiliki arsiparis; temuan berulang di OPD
OP-13
Tidak terukurnya capaian pengawasan kearsipan internal tepat waktu (target 54 laporan, realisasi 0) akibat hasil verifikasi Arpus Provinsi yang baru keluar TW III.
RO · OperasionalSumber: EksternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
Dampak / potensi kerugian
Nilai pengawasan kearsipan internal tidak dapat dilaporkan
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D3 → 14 Sedang (Tabel 5)
Realisasi TW II 0 dari target 54 laporan; hasil verifikasi Arpus Provinsi baru keluar TW III.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Menunggu hasil verifikasi Arpus Provinsi (keluar TW III).
Residual: K 2 × D 3 → 11 Rendah (Tabel 5) · Prioritas draf P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
🔗 Bersinggungan dengan risiko strategis S2-R1 s.d. R5
Sumber evidence: Renja Sub 19 — target 54 laporan, realisasi 0; verifikasi provinsi keluar TW III
OP-14
Kesalahan/ketidakseragaman pengelolaan arsip dinamis akibat pengelola arsip yang belum memenuhi persyaratan kompetensi.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
Dampak / potensi kerugian
Arsip tidak tertata; pembinaan harus diulang
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D3 → 14 Sedang (Tabel 5)
Pengelola arsip belum memenuhi persyaratan kompetensi; kesalahan pengelolaan berulang ditemukan.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Rencana diklat teknis pengelolaan arsip.
Residual: K 3 × D 3 → 13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A2 — belum memenuhi persyaratan kompetensi; rekomendasi: diklat teknis pengelola arsip
OP-15
Gagalnya peningkatan kualitas pengelolaan arsip dinamis OPD/kecamatan akibat rendahnya tindak lanjut rekomendasi pengawasan (pemberkasan baru 50%; daftar arsip aktif belum tersusun).
RO · OperasionalSumber: Internal & EksternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
Dampak / potensi kerugian
Nilai pengawasan kearsipan tidak naik
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan K4 × Dampak D3 → 14 Sedang (Tabel 5)
Tindak lanjut rekomendasi rendah (pemberkasan baru 50%; daftar arsip aktif belum tersusun).
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Monev tindak lanjut hasil pengawasan.
Residual: K 3 × D 3 → 13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A3 — arsip aktif belum terdaftar; pemberkasan Bidang Perpustakaan Dinarpusda baru 50%
💡 Catatan kejujuran draf: kategori risiko mengikuti Tabel 1 Lampiran I SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 (9 kategori: RS, RK, RP, RL, RF, RR, RO, RSK, RB); skor dibaca dari Tabel 5 Matriks Analisis Risiko (kombinasi K×D — bukan perkalian aritmetika); pemilik risiko ditulis dalam bentuk jabatan dan dapat dikoreksi; skor 3C/4C adalah draf analis — final menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan selera risiko pimpinan; pernyataan risiko mengikuti kaidah pedoman (berupa peristiwa, bukan negasi tujuan).
← Indeks RTP Operasional  •  Beranda