Ruang lingkup penerapan: Fungsi pembinaan, pengembangan, dan pengawasan pengelolaan arsip dinamis pada perangkat daerah.
🔴 Risiko Kecurangan (5 risiko)
| No | Pernyataan risiko | Residual |
|---|
| 15 | Adanya Hubungan kedekatan/kekerabatan antara pendamping dengan Pimpinan Perangkat Daerah saat pendampingan atau fasilitasi pengelolaan kearsipan agar diprioritaskan pendampingannya | 20.0 ST |
| 16 | Perangkat Daerah memberikan ucapan " Terimakasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya kepada Pendamping Kearsipan setelah selesai pelaksanaan Pendampingan Kearsipan | 20.0 ST |
| 17 | Adanya Hubungan kedekatan/kekerabatan antara pendamping dengan Pimpinan Perangkat Daerah saat pelaksanaan monitoring aplikasi SRIKANDI yang berpotensi menurunkan objektivitas penilaian | 20.0 ST |
| 18 | Adanya Hubungan kedekatan/kekerabatan antara pendamping/pengawas dengan Pimpinan Perangkat Daerah saat pengawasan pengelolaan kearsipan internal yang berpotensi menurunkan objektivitas penilaian | 20.0 ST |
| 19 | Perangkat Daerah memberikan ucapan " Terimakasih " dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya kepada Pendamping/Pengawas Kearsipan setelah selesai pelaksanaan Pengawasan Kearsipan | 20.0 ST |
Rincian lengkap (akar penyebab, pengendalian, penanganan, jadwal, PIC): buka register rinci →
🟡 Risiko Operasional Non-Fraud (4 risiko — draf analis)
OP-12
Tidak efektifnya pembinaan dan pengawasan kearsipan akibat tidak tersedianya arsiparis di seluruh kecamatan (30/30 obyek) dan sebagian besar OPD.
RO · OperasionalSumber: Internal & EksternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
- Dampak / potensi kerugian
- Rekomendasi pengawasan tidak ditindaklanjuti; mutu kearsipan stagnan
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K5 × Dampak
D4 →
22 Sangat Tinggi (Tabel 5)
Faktual: 30/30 obyek kecamatan/RS belum memiliki arsiparis; temuan berulang di OPD — mutu kearsipan se-kabupaten stagnan.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — formasi arsiparis di luar kewenangan penuh OPD.
Residual: K
5 × D
4 →
22 Sangat Tinggi (Tabel 5) · Prioritas draf
P1
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A2 — 30/30 obyek kecamatan/RS belum memiliki arsiparis; temuan berulang di OPD
OP-13
Tidak terukurnya capaian pengawasan kearsipan internal tepat waktu (target 54 laporan, realisasi 0) akibat hasil verifikasi Arpus Provinsi yang baru keluar TW III.
RO · OperasionalSumber: EksternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
- Dampak / potensi kerugian
- Nilai pengawasan kearsipan internal tidak dapat dilaporkan
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K4 × Dampak
D3 →
14 Sedang (Tabel 5)
Realisasi TW II 0 dari target 54 laporan; hasil verifikasi Arpus Provinsi baru keluar TW III.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Menunggu hasil verifikasi Arpus Provinsi (keluar TW III).
Residual: K
2 × D
3 →
11 Rendah (Tabel 5) · Prioritas draf
P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
🔗 Bersinggungan dengan risiko strategis S2-R1 s.d. R5
Sumber evidence: Renja Sub 19 — target 54 laporan, realisasi 0; verifikasi provinsi keluar TW III
OP-14
Kesalahan/ketidakseragaman pengelolaan arsip dinamis akibat pengelola arsip yang belum memenuhi persyaratan kompetensi.
RO · OperasionalSumber: InternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
- Dampak / potensi kerugian
- Arsip tidak tertata; pembinaan harus diulang
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K4 × Dampak
D3 →
14 Sedang (Tabel 5)
Pengelola arsip belum memenuhi persyaratan kompetensi; kesalahan pengelolaan berulang ditemukan.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Rencana diklat teknis pengelolaan arsip.
Residual: K
3 × D
3 →
13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf
P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A2 — belum memenuhi persyaratan kompetensi; rekomendasi: diklat teknis pengelola arsip
OP-15
Gagalnya peningkatan kualitas pengelolaan arsip dinamis OPD/kecamatan akibat rendahnya tindak lanjut rekomendasi pengawasan (pemberkasan baru 50%; daftar arsip aktif belum tersusun).
RO · OperasionalSumber: Internal & EksternalKabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan
- Dampak / potensi kerugian
- Nilai pengawasan kearsipan tidak naik
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren)
Kemungkinan
K4 × Dampak
D3 →
14 Sedang (Tabel 5)
Tindak lanjut rekomendasi rendah (pemberkasan baru 50%; daftar arsip aktif belum tersusun).
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Monev tindak lanjut hasil pengawasan.
Residual: K
3 × D
3 →
13 Sedang (Tabel 5) · Prioritas draf
P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: LAKI A3 — arsip aktif belum terdaftar; pemberkasan Bidang Perpustakaan Dinarpusda baru 50%