Cara Berpikir Kita dari Awal sampai Akhir

Catatan pendamping RTP Dinarpusda • untuk mas 345 • acuan: SE Bupati Banyumas No. 000.7/2227/VI/2026 beserta Lampiran I

1 — Sembilan langkah, satu benang merah

Inilah cara berpikir kita dari awal sampai akhir. Setiap langkah punya acuan dokumen — tidak ada yang dikarang.
1
Dokumen acuanRenstra, Renja, LHE Inspektorat, SE Bupati
→
2
Sasaran & indikator3 sasaran strategis + target 2026
→
3
Peta proses bisnis6 proses · 18 sub-proses · 43 item
→
4
Identifikasi risikoForm 2B (sasaran) · 2C (kegiatan) · 5C (fraud)
→
5
Analisis: beri skorK × D via lookup Tabel 5 SE
→
6
Evaluasiperingkat · perlakuan · residual harapan · IRU
→
7
RTPakar (5-Why) · rencana · jadwal · indikator · PJ + PIC
→
8
Input aplikasi MRPNhanya yang ada kolomnya di aplikasi
→
9
MonevIRU tiap triwulan · reviu berkala
Langkah 1–4 = fondasi (dari dokumen resmi) Langkah 5 = Analisis (SE) Langkah 6 = Evaluasi (SE) — halaman ini Langkah 7 = Penanganan (SE) Langkah 8–9 = pelaksanaan & pemantauan
#LangkahAcuanWujudnyaStatus
1Dokumen acuanRenstra 2025–2029, Renja 2026, LHE No. R.PKPT/153/700/VII/2026, SE Bupati—✅
2Sasaran & indikatorRenstra Tabel 3.1; target 2026 dari retargeting e-planning (IPLM 12,05 · TKM 55,55 · Pemanfaatan 26,65% · Rasio 0,6)Kolom sasaran di peta alur✅
3Peta proses bisnis43 sub-kegiatan Renja (◆ = dari Renja Perubahan 2026)Peta probis✅
4Identifikasi risikoStrategis: per sasaran (Form 2B) — 19 risiko · Operasional: per kegiatan (Form 2C) — 47 risiko · Fraud: Form 5C resmi — 29 risikoLembar kerja · RTP Operasional · Risiko fraud✅
5Analisis skorTabel 5 Matriks Analisis Risiko SE — lookup kombinasi K×D, bukan perkalianKolom skor di register✅
6EvaluasiSelera risiko pimpinan → peringkat prioritas, perlakuan, residual harapan, IRUBagian 4–7 halaman ini✅ disetujui FGD
7RTPForm 5B/5C: penyebab (5-Why), rencana, target waktu, indikator output, pemilik risiko + PIC pelaksana, anggaran19 kartu strategis · 4 halaman bidang operasional✅
8Input aplikasi MRPNBuku Panduan Aplikasi (e-office → Manajemen Kinerja → Pengendalian → MRPN, akun Kepala Dinas)Hanya kolom yang tersedia (lihat bagian 3)⏳ tugas dinas
9MonevSE: pantau IRU tiap triwulan; cek residual harapan tercapai/tidakKolom IRU & residual di tiap kartu⏳ berjalan

2 — Tahapan SE: Analisis → Evaluasi → Penanganan

Langkah 5–7 di atas adalah tiga tahapan berurutan yang diatur SE. Empat hal di bawah semuanya lahir di tahap Evaluasi (langkah 6).
5
Analisisberi skor K × D via Tabel 5 (lookup)
→
6
Evaluasibandingkan dengan selera risiko pimpinan
→
4 keluaran① peringkat prioritas
② perlakuan
③ residual harapan
④ IRU
→
7
PenangananRTP: akar, rencana, jadwal, indikator, PJ

3 — Apa yang diinput ke aplikasi, apa yang dokumentasi SE

Atas pertanyaan mas 345 — Buku Panduan Aplikasi MRPN (25 hlm) kami baca penuh. Kesimpulan: TIDAK semua materi halaman ini diinput ke aplikasi.
Materi evaluasiDiinput ke aplikasi?Keterangan
Perlakuan risikoYA — tapi opsinya dibatasi aplikasiForm 4: level Tinggi/Sangat Tinggi → otomatis "Mitigasi", tidak ada opsi lain (Panduan hlm 21). Level Sedang (12–15) → "Perlu Judgment": Mitigasi / Dihindari / Ditransfer / Diterima. Skor ≤11 → otomatis Diterima. Fraud → otomatis ditangani.
Peringkat prioritas 1–19 / 1–47TIDAK ada kolomnyaAplikasi hanya punya filter "Sedang ke Atas" / "Tampilkan Semua". Peringkat adalah dokumentasi SE — disimpan di register & RTP (situs ini).
IRUTIDAK ada kolomnyaDokumentasi SE — disimpan di lembar kerja & kartu RTP (situs ini).
Risiko residual harapanTIDAK ada kolomnyaAplikasi hanya menghitung residual setelah pengendalian eksisting. Target harapan adalah dokumentasi SE — disimpan di kartu RTP (situs ini).
Kolom yang WAJIB di aplikasi (Panduan hlm 11, 15, 23) dan sudah kita siapkan di dokumen: Form 3 → Catatan Kemungkinan & Catatan Dampak (alasan tiap skor); pengendalian eksisting + status kecukupan (Memadai/Tidak Memadai) + status pelaksanaan; Form 5 → Penyebab (metode 5-Why), Rencana Penanganan, Target Waktu, Penanggungjawab/Pemilik Risiko, Indikator Output Penanganan, PIC Pelaksana/Pengelola Risiko, Rencana Kebutuhan Anggaran.

4 — Peringkat prioritas ala SE (final)

SE tidak mengenal P1/P2/P3 — skema itu sudah dicabut. Aturan SE: skor terbesar dulu → skor sama: Dampak terbesar dulu → masih sama: urutan kategori → masih sama: pimpinan memutuskan.
PeringkatKodeSkorLevel
1–3*S1-R1, S1-R3, S2-R222Sangat Tinggi
4S2-KA121Sangat Tinggi
5–8*S1-RF1, S2-RF1, S2-RF2, S3-RF120Sangat Tinggi
9–12*S1-R4, S2-R1, S2-R3, S3-R119Tinggi
13S2-R418Tinggi
14–15*S1-R2, S2-R517Tinggi
16S1-TKM214Sedang
17–18*S1-TKM1, S3-R213Sedang
19S1-TKM38Rendah
* Skor & dampaknya sama persis → urutan di antaranya diputuskan pimpinan (aturan SE butir d); sementara diurut menurut kode.
Baris kuning = 4 risiko fraud. Menurut hitungan SE murni mereka peringkat 5–8 (di bawah S2-KA1), tapi statusnya zero tolerance — tetap wajib ditangani.

Operasional: 47 risiko berperingkat 1–47 dengan aturan yang sama — 1: OP-12 (22), 2: OP-08 (21), 3–31: 29 fraud (20), 32: OP-19 (18), 33: OP-05 (17), 34–35: OP-02 & OP-07 (16), 36–42: 7 risiko Sedang, 43–47: 5 risiko Rendah. Lihat indeks RTP Operasional.

5 — Perlakuan per risiko (final, ikut aplikasi)

Lima opsi SE: mitigasi, menerima, menghindari, membagi (transfer), memanfaatkan. Namun aplikasi membatasi: level Tinggi/Sangat Tinggi → otomatis Mitigasi (Panduan hlm 21).
Maka 4 risiko Sangat Tinggi non-fraud yang semula "Dihindari" diubah menjadi Dimitigasi — bukan karena risikonya ringan, tapi karena opsi "Dihindari" tidak tersedia di aplikasi untuk level tersebut. Penanganan agresifnya tetap ditulis di rencana (mis. S1-R1: perjuangkan anggaran + siapkan layanan alternatif).

7 risiko Sedang operasional = "Perlu Judgment": ditetapkan Dimitigasi — dapat diubah per kartu bila pimpinan berpendapat lain.

6 — IRU: alarm dini yang dipantau rutin (sudah ditambahkan)

IRU (Indikator Risiko Utama) = tanda-tanda awal bahwa risiko sedang bergerak, dipantau tiap triwulan. Kini tercantum di tiap lembar kerja & kartu RTP.
KodeRisiko (singkat)IRU
S1-R1Layanan belum menjangkau kecamatanJumlah kecamatan yang belum terjangkau layanan perpustakaan — per triwulan
S1-R4Perpustakaan mati suriJumlah perpustakaan tidak beroperasi per triwulan
S2-R4Pemusnahan arsip tak sesuai ketentuanJumlah usul pemusnahan yang belum diproses
S1-TKM1Realisasi lokus macet (14/115)% lokus terealisasi & % serapan DAK per bulan

7 — Residual harapan: "sesudah ditangani, mau turun ke berapa?" (sudah ditambahkan)

Kartu RTP kini menulis targetnya — inilah yang dicek saat monev: tercapai atau tidak. Aturan teknis: penanganan agresif → Kemungkinan turun 2 tingkat; standar → turun 1 tingkat; Dampak tetap; lalu baca ulang via Tabel 5.
KodeSekarangResidual harapan (final)
S1-R122 — Sangat Tinggi18 — Tinggi (K5×D4 → K3×D4; agresif)
S2-KA121 — Sangat Tinggi20 — Sangat Tinggi (K2×D5 → K1×D5; agresif)
S2-KA1 contoh pentingnya lookup Tabel 5: Dampaknya 5 (kebakaran depot = bencana), dan di matriks SE kombinasi D=5 tidak pernah di bawah 20 — jadi target paling ambisius pun tetap Sangat Tinggi. Itu bukan kegagalan rencana, melainkan sifat matriksnya. Angka-angka ini target teknis — divalidasi di reviu berkala.

8 — Cara membaca dokumen RTP

Kalau pimpinan/pegawai baru bertanya "mulai dari mana", jawabannya urutan ini:
① Registerdaftar 19 risiko urut peringkat
→
② Lembar kerjaForm 1B–5B per risiko: analisis lengkap
→
③ Kartu RTPrencana penanganan + IRU + residual harapan
→
④ Peta alurvisual rantai sasaran → risiko
→
⑤ Aplikasiinput Form 3/4/5 (akun Kepala Dinas)
Strategis: register → lembar kerja → kartu RTP.
Operasional: indeks → 4 halaman bidang → register 29 fraud.
Visual: peta alur (switcher Strategis | Operasional) · heatmap.

✅ 9 — Keputusan final (dianggap disetujui FGD — 2026-10-01)

10 — Sisa yang masih menunggu (jujur dicatat)