1 — Sembilan langkah, satu benang merah
Inilah cara berpikir kita dari awal sampai akhir. Setiap langkah punya acuan dokumen — tidak ada yang dikarang.
1
Dokumen acuanRenstra, Renja, LHE Inspektorat, SE Bupati→
2
Sasaran & indikator3 sasaran strategis + target 2026→
3
Peta proses bisnis6 proses · 18 sub-proses · 43 item→
4
Identifikasi risikoForm 2B (sasaran) · 2C (kegiatan) · 5C (fraud)→
5
Analisis: beri skorK × D via lookup Tabel 5 SE→
6
Evaluasiperingkat · perlakuan · residual harapan · IRU→
7
RTPakar (5-Why) · rencana · jadwal · indikator · PJ + PIC→
8
Input aplikasi MRPNhanya yang ada kolomnya di aplikasi→
9
MonevIRU tiap triwulan · reviu berkala
Langkah 1–4 = fondasi (dari dokumen resmi)
Langkah 5 = Analisis (SE)
Langkah 6 = Evaluasi (SE) — halaman ini
Langkah 7 = Penanganan (SE)
Langkah 8–9 = pelaksanaan & pemantauan
| # | Langkah | Acuan | Wujudnya | Status |
| 1 | Dokumen acuan | Renstra 2025–2029, Renja 2026, LHE No. R.PKPT/153/700/VII/2026, SE Bupati | — | ✅ |
| 2 | Sasaran & indikator | Renstra Tabel 3.1; target 2026 dari retargeting e-planning (IPLM 12,05 · TKM 55,55 · Pemanfaatan 26,65% · Rasio 0,6) | Kolom sasaran di peta alur | ✅ |
| 3 | Peta proses bisnis | 43 sub-kegiatan Renja (◆ = dari Renja Perubahan 2026) | Peta probis | ✅ |
| 4 | Identifikasi risiko | Strategis: per sasaran (Form 2B) — 19 risiko · Operasional: per kegiatan (Form 2C) — 47 risiko · Fraud: Form 5C resmi — 29 risiko | Lembar kerja · RTP Operasional · Risiko fraud | ✅ |
| 5 | Analisis skor | Tabel 5 Matriks Analisis Risiko SE — lookup kombinasi K×D, bukan perkalian | Kolom skor di register | ✅ |
| 6 | Evaluasi | Selera risiko pimpinan → peringkat prioritas, perlakuan, residual harapan, IRU | Bagian 4–7 halaman ini | ✅ disetujui FGD |
| 7 | RTP | Form 5B/5C: penyebab (5-Why), rencana, target waktu, indikator output, pemilik risiko + PIC pelaksana, anggaran | 19 kartu strategis · 4 halaman bidang operasional | ✅ |
| 8 | Input aplikasi MRPN | Buku Panduan Aplikasi (e-office → Manajemen Kinerja → Pengendalian → MRPN, akun Kepala Dinas) | Hanya kolom yang tersedia (lihat bagian 3) | ⏳ tugas dinas |
| 9 | Monev | SE: pantau IRU tiap triwulan; cek residual harapan tercapai/tidak | Kolom IRU & residual di tiap kartu | ⏳ berjalan |
2 — Tahapan SE: Analisis → Evaluasi → Penanganan
Langkah 5–7 di atas adalah tiga tahapan berurutan yang diatur SE. Empat hal di bawah semuanya lahir di tahap Evaluasi (langkah 6).
5
Analisisberi skor K × D via Tabel 5 (lookup)→
6
Evaluasibandingkan dengan selera risiko pimpinan→
4 keluaran① peringkat prioritas
② perlakuan
③ residual harapan
④ IRU
→
7
PenangananRTP: akar, rencana, jadwal, indikator, PJ
3 — Apa yang diinput ke aplikasi, apa yang dokumentasi SE
Atas pertanyaan mas 345 — Buku Panduan Aplikasi MRPN (25 hlm) kami baca penuh. Kesimpulan: TIDAK semua materi halaman ini diinput ke aplikasi.
| Materi evaluasi | Diinput ke aplikasi? | Keterangan |
| Perlakuan risiko | YA — tapi opsinya dibatasi aplikasi | Form 4: level Tinggi/Sangat Tinggi → otomatis "Mitigasi", tidak ada opsi lain (Panduan hlm 21). Level Sedang (12–15) → "Perlu Judgment": Mitigasi / Dihindari / Ditransfer / Diterima. Skor ≤11 → otomatis Diterima. Fraud → otomatis ditangani. |
| Peringkat prioritas 1–19 / 1–47 | TIDAK ada kolomnya | Aplikasi hanya punya filter "Sedang ke Atas" / "Tampilkan Semua". Peringkat adalah dokumentasi SE — disimpan di register & RTP (situs ini). |
| IRU | TIDAK ada kolomnya | Dokumentasi SE — disimpan di lembar kerja & kartu RTP (situs ini). |
| Risiko residual harapan | TIDAK ada kolomnya | Aplikasi hanya menghitung residual setelah pengendalian eksisting. Target harapan adalah dokumentasi SE — disimpan di kartu RTP (situs ini). |
Kolom yang WAJIB di aplikasi (Panduan hlm 11, 15, 23) dan sudah kita siapkan di dokumen: Form 3 → Catatan Kemungkinan & Catatan Dampak (alasan tiap skor); pengendalian eksisting + status kecukupan (Memadai/Tidak Memadai) + status pelaksanaan; Form 5 → Penyebab (metode 5-Why), Rencana Penanganan, Target Waktu, Penanggungjawab/Pemilik Risiko, Indikator Output Penanganan, PIC Pelaksana/Pengelola Risiko, Rencana Kebutuhan Anggaran.
4 — Peringkat prioritas ala SE (final)
SE tidak mengenal P1/P2/P3 — skema itu sudah dicabut. Aturan SE: skor terbesar dulu → skor sama: Dampak terbesar dulu → masih sama: urutan kategori → masih sama: pimpinan memutuskan.
| Peringkat | Kode | Skor | Level |
| 1–3* | S1-R1, S1-R3, S2-R2 | 22 | Sangat Tinggi |
| 4 | S2-KA1 | 21 | Sangat Tinggi |
| 5–8* | S1-RF1, S2-RF1, S2-RF2, S3-RF1 | 20 | Sangat Tinggi |
| 9–12* | S1-R4, S2-R1, S2-R3, S3-R1 | 19 | Tinggi |
| 13 | S2-R4 | 18 | Tinggi |
| 14–15* | S1-R2, S2-R5 | 17 | Tinggi |
| 16 | S1-TKM2 | 14 | Sedang |
| 17–18* | S1-TKM1, S3-R2 | 13 | Sedang |
| 19 | S1-TKM3 | 8 | Rendah |
* Skor & dampaknya sama persis → urutan di antaranya
diputuskan pimpinan (aturan SE butir d); sementara diurut menurut kode.
Baris kuning = 4 risiko fraud. Menurut hitungan SE murni mereka peringkat 5–8 (di bawah S2-KA1), tapi statusnya
zero tolerance — tetap wajib ditangani.
Operasional: 47 risiko berperingkat 1–47 dengan aturan yang sama — 1: OP-12 (22), 2: OP-08 (21), 3–31: 29 fraud (20), 32: OP-19 (18), 33: OP-05 (17), 34–35: OP-02 & OP-07 (16), 36–42: 7 risiko Sedang, 43–47: 5 risiko Rendah. Lihat
indeks RTP Operasional.
5 — Perlakuan per risiko (final, ikut aplikasi)
Lima opsi SE: mitigasi, menerima, menghindari, membagi (transfer), memanfaatkan. Namun aplikasi membatasi: level Tinggi/Sangat Tinggi → otomatis Mitigasi (Panduan hlm 21).
Maka 4 risiko Sangat Tinggi non-fraud yang semula "Dihindari" diubah menjadi Dimitigasi — bukan karena risikonya ringan, tapi karena opsi "Dihindari" tidak tersedia di aplikasi untuk level tersebut. Penanganan agresifnya tetap ditulis di rencana (mis. S1-R1: perjuangkan anggaran + siapkan layanan alternatif).
7 risiko Sedang operasional = "Perlu Judgment": ditetapkan Dimitigasi — dapat diubah per kartu bila pimpinan berpendapat lain.
6 — IRU: alarm dini yang dipantau rutin (sudah ditambahkan)
IRU (Indikator Risiko Utama) = tanda-tanda awal bahwa risiko sedang bergerak, dipantau tiap triwulan. Kini tercantum di tiap lembar kerja & kartu RTP.
| Kode | Risiko (singkat) | IRU |
| S1-R1 | Layanan belum menjangkau kecamatan | Jumlah kecamatan yang belum terjangkau layanan perpustakaan — per triwulan |
| S1-R4 | Perpustakaan mati suri | Jumlah perpustakaan tidak beroperasi per triwulan |
| S2-R4 | Pemusnahan arsip tak sesuai ketentuan | Jumlah usul pemusnahan yang belum diproses |
| S1-TKM1 | Realisasi lokus macet (14/115) | % lokus terealisasi & % serapan DAK per bulan |
7 — Residual harapan: "sesudah ditangani, mau turun ke berapa?" (sudah ditambahkan)
Kartu RTP kini menulis targetnya — inilah yang dicek saat monev: tercapai atau tidak. Aturan teknis: penanganan agresif → Kemungkinan turun 2 tingkat; standar → turun 1 tingkat; Dampak tetap; lalu baca ulang via Tabel 5.
| Kode | Sekarang | Residual harapan (final) |
| S1-R1 | 22 — Sangat Tinggi | 18 — Tinggi (K5×D4 → K3×D4; agresif) |
| S2-KA1 | 21 — Sangat Tinggi | 20 — Sangat Tinggi (K2×D5 → K1×D5; agresif) |
S2-KA1 contoh pentingnya lookup Tabel 5: Dampaknya 5 (kebakaran depot = bencana), dan di matriks SE kombinasi D=5 tidak pernah di bawah 20 — jadi target paling ambisius pun tetap Sangat Tinggi. Itu bukan kegagalan rencana, melainkan sifat matriksnya. Angka-angka ini target teknis — divalidasi di reviu berkala.
8 — Cara membaca dokumen RTP
Kalau pimpinan/pegawai baru bertanya "mulai dari mana", jawabannya urutan ini:
① Registerdaftar 19 risiko urut peringkat
→
② Lembar kerjaForm 1B–5B per risiko: analisis lengkap
→
③ Kartu RTPrencana penanganan + IRU + residual harapan
→
④ Peta alurvisual rantai sasaran → risiko
→
⑤ Aplikasiinput Form 3/4/5 (akun Kepala Dinas)
✅ 9 — Keputusan final (dianggap disetujui FGD — 2026-10-01)
- 1Skema prioritas: peringkat 1–19 ala SE (strategis) dan 1–47 (operasional). P1/P2/P3 dicabut.
- 2Perlakuan: ikut ketentuan aplikasi — 4 risiko ST non-fraud: Dihindari → Dimitigasi (Panduan hlm 21).
- 3IRU: ditambahkan di tiap lembar kerja & kartu RTP (dokumentasi SE; tidak diinput ke aplikasi).
- 4Residual harapan: ditambahkan di tiap kartu RTP (dokumentasi SE; tidak diinput ke aplikasi).
- 5Periode: RTP Strategis = 5 tahun (2025–2029); RTP Operasional = tahunan (2026). Jadwal 2026 S1-R4 & S2-R4 tetap.
10 — Sisa yang masih menunggu (jujur dicatat)
- Judgment 7 risiko Sedang operasional — ditetapkan "Dimitigasi"; dapat diubah per kartu bila pimpinan berpendapat lain.
- Urutan kelompok seri (29 fraud skor 20, dsb.) — sementara urut kode; finalnya keputusan pimpinan.
- Angka residual harapan — target teknis; divalidasi di reviu berkala.
- Kelayakan target 2026 S2-R4 — kini Tinggi dengan harapan 15 (Sedang); dievaluasi di reviu.
- Input ke aplikasi MRPN — dilakukan dinas via akun Kepala Dinas; situs ini menyiapkan seluruh isiannya.
- 16 anggaran "belum dihitung" — dilengkapi pada tahap perencanaan.