DRAF UNTUK REVIEW — BELUM VALIDASI FGD

RTP Operasional — Sekretariat

Program 6 — Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah. Form 1C (konteks) & Form 2C (identifikasi) level operasional.

Rp 8,10 Mpagu program
5risiko kecurangan
4risiko non-fraud (draf)
7kegiatan

Form 1C — Penetapan Konteks

Ruang lingkup penerapan: Fungsi penunjang: perencanaan, keuangan, kepegawaian, administrasi umum, pengadaan BMD, jasa penunjang, dan pemeliharaan BMD.

🎯 Kegiatan terpilih

🤝 Stakeholder terkait

Kepala DinasSekretarisKasubbag Perencanaan & KeuanganKasubbag Umum & KepegawaianPPTKPPKomPAPelaku PengadaanBKADBapperidaInspektoratPenyedia barang/jasaASN/PPPK

📜 Peraturan & amanat

🔗 Proses bisnis

BMS.APD.06.01BMS.APD.06.02BMS.APD.06.03BMS.APD.06.04BMS.APD.06.05BMS.APD.06.06

Form 2C — Identifikasi Risiko

Risiko kecurangan berikut adalah risiko level operasional dari Form 5C resmi (6 Juli 2026) — otomatis Wajib Ditangani sesuai aturan 4C.

🔴 Risiko Kecurangan (5 risiko)

NoPernyataan risikoResidual
25Penyedia Barang/Jasa memberi ucapan "terima kasih" dalam bentuk barang atau apapun kepada pejabat pengadaan barang, PPKom, PPTK dan PA serelah selesainya proses pelaksanaan pengadaan20.0 ST
26PA, PPKom, PPTK, Pengadaan Barang memiliki Hubungan kekerabatan/kedekatan dengan Penyedian barang/jasa/Rekanan Kerja sehingga mempermudah dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa20.0 ST
27Adanya penerimaan imbalan dalam bentuk barang atau fasilitas lainnya oleh petugas dari pihak pemohon guna meloloskan izin penggunaan Ruang Teater Citra Vistara dan Aula Rapat tanpa melalui prosedur formal20.0 ST
28Pegawai memanipulasi saldo persediaan ATK untuk mendapatkan keuntungan pribadi20.0 ST
29Adanya Manipulasi realisasi keuangan yang dilakukan oleh PPTK20.0 ST

Rincian lengkap (akar penyebab, pengendalian, penanganan, jadwal, PIC): buka register rinci →

🟡 Risiko Operasional Non-Fraud (4 risiko — draf analis)

OP-16
Berkurangnya intensitas koordinasi dan konsultasi ke provinsi/pusat (realisasi 14,34%) akibat efisiensi belanja perjalanan dinas.
RO · OperasionalSumber: Internal & EksternalSekretaris
Dampak / potensi kerugian
Updating regulasi dan jejaring kerja terhambat
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan 4 × Dampak 3 = 12 Sedang
Realisasi 14,34%; efisiensi belanja perjalanan dinas membatasi koordinasi ke provinsi/pusat.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — efisiensi anggaran di luar kendali OPD.
Residual: K 4 × D 3 = 12 Sedang · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 32 — pagu Rp 293,7 jt, realisasi Rp 42,1 jt (14,34%)
OP-17
Kerusakan sarana-prasarana pendukung gedung yang tidak tertangani (realisasi pemeliharaan 1,20%) akibat penumpukan belanja pemeliharaan di akhir tahun.
RO · OperasionalSumber: InternalSekretaris
Dampak / potensi kerugian
Kenyamanan dan keamanan kerja menurun
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan 4 × Dampak 2 = 8 Rendah
Realisasi pemeliharaan 1,20% (Rp 300 rb dari Rp 25,05 jt); kerusakan sarpras tidak tertangani.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Penjadwalan ulang pemeliharaan ke TW III/IV.
Residual: K 3 × D 2 = 6 Rendah · Prioritas draf P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 43 — pagu Rp 25,05 jt, realisasi Rp 300 rb (1,20%)
OP-18
Menumpuknya proses pengadaan BMD pada triwulan III/IV akibat penjadwalan yang terkonsentrasi di semester II.
RO · OperasionalSumber: InternalSekretaris
Dampak / potensi kerugian
Risiko keterlambatan serah terima dan kualitas pekerjaan terburu-buru
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan 3 × Dampak 3 = 9 Rendah
Pengadaan BMD terkonsentrasi TW III/IV sesuai jadwal; dokumen menilai masih wajar namun berisiko menumpuk.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Jadwal pengadaan yang sudah ditetapkan.
Residual: K 2 × D 3 = 6 Rendah · Prioritas draf P3
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: Renja Sub 34 — pagu Rp 93 jt, realisasi 0 (dijadwalkan TW III); catatan dokumen: belanja modal terkonsentrasi semester II, dinilai masih wajar
OP-19
Tertundanya pelaksanaan kegiatan akibat perubahan kebijakan penganggaran pusat/daerah di tengah tahun berjalan.
RK · KebijakanSumber: EksternalSekretaris
Dampak / potensi kerugian
Rencana kerja direvisi; target kinerja bergeser
Form 3C — Analisis risiko (skor inheren) Kemungkinan 3 × Dampak 4 = 12 Sedang
Kebijakan penganggaran pusat/daerah dinamis; perubahan di tengah tahun memaksa revisi rencana kerja.
Form 4C — Evaluasi (setelah pengendalian eksisting)
🛡️ Belum ada — faktor eksternal.
Residual: K 3 × D 4 = 12 Sedang · Prioritas draf P2
✏️ Skor draf analis — menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan penetapan selera risiko pimpinan.
Sumber evidence: SWOT Renja — ancaman: perubahan kebijakan pusat yang dinamis; keterbatasan alokasi anggaran
💡 Catatan kejujuran draf: kategori risiko mengikuti Tabel 1 Lampiran I SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 (9 kategori: RS, RK, RP, RL, RF, RR, RO, RSK, RB); pemilik risiko ditulis dalam bentuk jabatan dan dapat dikoreksi; skor 3C/4C adalah draf analis — final menunggu validasi FGD/kuesioner (modus) dan selera risiko pimpinan; pernyataan risiko mengikuti kaidah pedoman (berupa peristiwa, bukan negasi tujuan).
← Indeks RTP Operasional  •  Beranda