RTP Strategis OPD • Dinarpusda Kab. Banyumas — selaku LKD

Lembar Kerja: Sasaran 2 — Risiko 3

Dokumen pendamping pengisian Aplikasi MRPN (e-office). Setiap isian aplikasi disertai cara berpikir di baliknya dan sumber acuan yang dipakai.  ← Daftar Lembar Kerja

Pernyataan Risiko 3
"Arsip negara pada perangkat daerah rusak atau hilang akibat sarana penyimpanan arsip yang belum memenuhi standar dan pengamanan yang belum memadai"
1

Penetapan Konteks

Form 1B • Menu "Penetapan Konteks" → Strategis OPD (F1B)
⌨️ Isian aplikasi
Unit Pemilik RisikoDinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab. Banyumas selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD)
TujuanMeningkatnya literasi masyarakat dan meningkatnya tata kelola kearsipan
SasaranMeningkatnya kualitas pengelolaan kearsipan sebagai bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan
Indikator sasaranNilai Pengawasan Kearsipan Internal — target 50% (Renja Perubahan 2026; Renstra: 69%) • Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip — target 100%
Unsur terancamTingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip (target 100%)
Proses pendukungBMS.APD.02.02 — Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Akibat Bencana (didukung BMS.APD.02.03)
Pemilik risikoKepala Dinas (level strategis)
🧠 Cara berpikir
  1. RTP Strategis melekat pada Tujuan & Sasaran — konteksnya dimulai dari Sasaran 2.
  2. Dinarpusda dibaca selaku LKD: risiko ini tentang pengelolaan kearsipan di seluruh perangkat daerah/kecamatan yang dibina & diawasi, bukan hanya internal dinas.
  3. Indikator yang diserang: Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip (target 100%).
  4. Petakan ke proses bisnis yang menopang → BMS.APD.02.02 — Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Akibat Bencana (didukung BMS.APD.02.03).
📚 Sumber acuan
  • Renstra Dinarpusda 2025–2029 — Tabel 3.1: Tujuan, Sasaran 2, indikator
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan 2026 — target Nilai Pengawasan Kearsipan Internal direvisi 69% → 50%
  • Peta Proses Bisnis Dinarpusda — BMS.APD.02.02
2

Identifikasi Risiko

Form 2B • Menu "Identifikasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Pernyataan risiko"Arsip negara pada perangkat daerah rusak atau hilang akibat sarana penyimpanan arsip yang belum memenuhi standar dan pengamanan yang belum memadai"
KategoriRO — Risiko Operasional
SumberEksternal
PenyebabSarana penyimpanan arsip belum memenuhi standar dan pengamanan belum memadai — tidak ada alokasi anggaran khusus sarana kearsipan dalam Renja 2026; program perlindungan bencana hanya Rp500 ribu; hasil pengawasan menemukan arsip disimpan belum menggunakan sarana yang sesuai, tanpa arsip terjaga, dan record center LKD belum memiliki pintu darurat serta kontrol akses otomatis
AkibatArsip negara rusak/hilang secara permanen → indikator Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip (target 100%) gagal; potensi kerugian negara dan hilangnya bahan pertanggungjawaban
🧠 Cara berpikir
  1. Mulai dari kondisi nyata (hasil pengawasan kearsipan + data Renja), bukan karangan.
  2. Ubah kondisi menjadi peristiwa: apa yang terjadi + akibat apa (penyebabnya).
  3. Uji 4 aturan: bukan negasi tujuan ✓ • peristiwa konkret ✓ • penyebab current & real ✓ • akibat terkait sasaran/indikator ✓
  4. Bahasa formal birokrasi dipakai (mis. 'belum sepenuhnya sesuai NSPK') — hindari istilah kasual.
📚 Sumber acuan
  • LAKI Konsolidasi Dinas/Badan — hasil pengawasan kearsipan internal (kondisi faktual vs rekomendasi)
  • LAKI Konsolidasi Kecamatan — temuan serah terima arsip statis
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan 2026 — capaian TW II, pagu, analisis SWOT
3

Analisis Risiko

Form 3B • Menu "Analisis Risiko" — isi skor + kolom Catatan (wajib)
⌨️ Isian aplikasi
Skala kemungkinan4 — Sering terjadi
Catatan Kemungkinan"Sarana penyimpanan arsip yang belum memenuhi standar ditemukan luas — tidak ada satu pun sub-kegiatan/pagu khusus sarana kearsipan dalam Renja Perubahan 2026; program perlindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana hanya Rp500 ribu; hasil pengawasan internal menemukan arsip disimpan belum menggunakan sarana yang sesuai, tidak tersedianya arsip terjaga, serta record center LKD yang belum memiliki pintu darurat dan kontrol akses otomatis. Kondisi berlangsung terus-menerus → sering terjadi (30–50%)."
Catatan Dampak"Arsip negara yang rusak atau hilang tidak dapat dipulihkan; mengancam langsung indikator Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip (target 100%) serta berpotensi menimbulkan kerugian negara dan hilangnya bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan — berdampak signifikan."
Skala dampak4 — Signifikan
Skor / level4 × 4 = 16 → Tinggi (oranye)
Pengendalian yang adaBelum ada pengendalian yang memadai
Skor residual4 × 4 = 16 → residual: Tinggi (oranye)
🧠 Cara berpikir
  1. Kemungkinan: kondisi sarana buruk bersifat luas & berlangsung terus (anggaran nol) → frekuensi 30–50% → skor 4.
  2. Dampak: area Keuangan & Kepentingan Publik — kehilangan permanen + potensi kerugian negara → skor 4 (signifikan).
  3. Temuan 'bahkan di LKD sendiri belum standar' dipakai sebagai bukti penguat: kondisi di PD/kecamatan diduga lebih lemah.
  4. Catatan ditulis berpola: fakta kondisi + kaitan ke kriteria tabel — cantumkan angka/data dokumen sebagai bukti.
  5. Skor final idealnya via FGD/kuesioner (modus); ini penilaian awal analis.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 2 (kemungkinan), Tabel 3 (dampak), Tabel 4 (heatmap)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — kolom Catatan wajib
  • heatmap.html — verifikasi visual
4

Evaluasi Risiko

Form 4B • Menu "Evaluasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Skor residual4 × 4 = 16 → Tinggi (oranye)
Kriteria yang dapat diterimaDitetapkan pimpinan — contoh: hanya menerima sampai level Sedang
Hasil evaluasiPrioritas 2
PerlakuanDimitigasi (mitigate) — wajib dilakukan pengendalian (Tabel 5 — level Tinggi)
🧠 Cara berpikir
  1. Bandingkan level residual dengan selera risiko pimpinan.
  2. Tentukan urutan prioritas: merah dulu (R2), lalu oranye (R1, R3), lalu kuning (R4, R5).
  3. Perlakuan mengikuti Tabel 5.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 4 (level) & Tabel 5 (perlakuan)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Evaluasi Risiko
5

Rencana Penanganan

Form 5B • Menu "Rencana Penanganan Risiko" — inti dokumen RTP
⌨️ Isian aplikasi
Akar penyebab (Why)Why-1: arsip rusak/hilang → Why-2: sarana penyimpanan belum standar & pengamanan belum memadai → Why-3: tidak ada alokasi anggaran sarana kearsipan → Why-4 (akar): kebutuhan sarana kearsipan belum dipetakan dan belum diadvokasikan dalam perencanaan penganggaran
Uraian penanganan(1) Mendata kondisi sarana penyimpanan arsip pada seluruh PD; (2) Menyusun standar/pedoman sarana penyimpanan arsip; (3) Mengusulkan alokasi anggaran sarana bertahap — prioritas: pintu darurat & kontrol akses record center LKD, pengadaan arsip terjaga; (4) Melaksanakan alih media arsip prioritas/bernilai tinggi
Jadwal2026–2027
Indikator penangananData kondisi sarana arsip PD valid; pedoman sarana terbit; sarana prioritas LKD terpenuhi; jumlah arsip dialihmediakan
Penanggung jawab (pemilik risiko)Kepala Dinas
Pengelola risikoKepala Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Anggaran dibutuhkanDiisi sesuai perhitungan kebutuhan
🧠 Cara berpikir
  1. Telusuri penyebab dengan "kenapa" berulang sampai ke akar yang bisa ditindak.
  2. Rancang penanganan yang menyentuh akar, bukan gejala — termasuk advokasi regulasi & anggaran.
  3. Pastikan tiap penanganan punya indikator & jadwal — akan dipantau triwulanan (Form 7).
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — struktur Form 5B (kolom 1–17)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Rencana Penanganan Risiko
  • Berita Acara Verifikasi Renja 2026 (Bapperida) — register risiko & rencana penanganan sebagai lampiran dokumen

✅ Checklist siap input ke aplikasi

  1. Login e-office → Aplikasi Manajemen Kinerja → menu Pengendalian → MRPN
  2. Penetapan Konteks (F1B): isi profil + pilih Sasaran 2
  3. Identifikasi (Form 2): salin pernyataan risiko + kategori + penyebab + akibat
  4. Analisis (Form 3): input skor 4 & 4 beserta kedua kolom Catatan
  5. Evaluasi (Form 4): bandingkan dengan selera risiko pimpinan → tetapkan prioritas & perlakuan
  6. Rencana Penanganan (Form 5): salin akar penyebab, uraian penanganan, jadwal, indikator, PIC
⚠️ Catatan validasi: skor pada lembar ini adalah penilaian awal analis berdasarkan dokumen (LAKI, Renja, hasil pengawasan kearsipan). Skor final sebaiknya diputuskan melalui FGD/kuesioner bersama pemilik risiko (diambil modus), dan selera risiko ditetapkan oleh pimpinan.