RTP Strategis OPD • Dinarpusda Kab. Banyumas — selaku LKD

Lembar Kerja: Sasaran 2 — Risiko KA 1

Dokumen pendamping pengisian Aplikasi MRPN (e-office). Setiap isian aplikasi disertai cara berpikir di baliknya dan sumber acuan yang dipakai.  ← Daftar Lembar Kerja

Pernyataan Risiko KA 1 — Indikator: Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip
"Kegagalan penyelamatan arsip statis pada saat terjadi bencana akibat depot arsip statis belum memiliki pintu darurat"
1

Penetapan Konteks

Form 1B • Menu "Penetapan Konteks" → Strategis OPD (F1B)
⌨️ Isian aplikasi
Unit Pemilik RisikoDinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab. Banyumas selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD)
TujuanMeningkatnya literasi masyarakat dan meningkatnya tata kelola kearsipan
SasaranMeningkatnya kualitas pengelolaan kearsipan sebagai bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan
Indikator sasaranTingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip sebagai Bahan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan — target 100%
Unsur terancamKomponen b indikator: tingkat kesesuaian kegiatan perlindungan dan penyelamatan arsip dari bencana dengan NSPK
Proses pendukungBMS.APD.02.02 — Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Akibat Bencana (didukung BMS.APD.02.03)
Pemilik risikoKepala Dinas (level strategis)
🧠 Cara berpikir
  1. RTP Strategis melekat pada Tujuan & Sasaran — konteksnya dimulai dari Sasaran 2.
  2. Pembeda penting: lima risiko sebelumnya (R1–R5) menilai Dinarpusda selaku pengawas — kepatuhan perangkat daerah/kecamatan (indikator Nilai Pengawasan Kearsipan Internal). Risiko ini menilai pekerjaan rumah Dinarpusda sendiri sebagai LKD — pengelolaan arsip statis di depotnya sendiri (indikator Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip).
  3. Formula indikator: T = (m+b+g+a+c+i)/6 → m = kesesuaian pemusnahan arsip dengan NSPK; b = kesesuaian perlindungan & penyelamatan arsip dari bencana; g = kesesuaian penyelamatan arsip PD yang digabung/dibubarkan/dimekarkan; a = kesesuaian autentikasi arsip statis & hasil alih media; c = kesesuaian temu kembali arsip statis; i = kesesuaian penerbitan izin penggunaan arsip tertutup. Risiko ini menyerang komponen b.
  4. Petakan ke proses bisnis yang menopang → BMS.APD.02.02 — Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Akibat Bencana.
📚 Sumber acuan
  • Renstra Dinarpusda 2025–2029 — Tabel 3.1: Tujuan, Sasaran 2, indikator & formula 6 komponen
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan 2026 — target Tingkat Keberadaan dan Keutuhan Arsip 100%; realisasi TW II 33,33%
  • Peta Proses Bisnis Dinarpusda — BMS.APD.02.02
2

Identifikasi Risiko

Form 2B • Menu "Identifikasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Pernyataan risiko"Kegagalan penyelamatan arsip statis pada saat terjadi bencana akibat depot arsip statis belum memiliki pintu darurat"
KategoriRO — Risiko Operasional
SumberInternal
PenyebabBelum dialokasikannya anggaran pengadaan pintu darurat depot arsip statis pada TA 2026 (baru direncanakan untuk diusulkan pada tahun anggaran berikutnya) — sehingga depot belum sepenuhnya memenuhi standar perlindungan dan penyelamatan arsip dari bencana sesuai NSPK (komponen b indikator); kondisi faktual terkonfirmasi di lapangan. Komponen lain (pemusnahan, autentikasi, temu kembali, izin arsip tertutup, penyelamatan arsip PD) dalam kondisi baik
AkibatArsip statis tidak dapat dievakuasi pada saat bencana → kemusnahan permanen bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan negara; komponen b indikator jatuh → target 100% tidak tercapai
🧠 Cara berpikir
  1. Mulai dari kondisi nyata (terkonfirmasi lapangan), bukan karangan.
  2. Ubah kondisi menjadi peristiwa: apa yang terjadi + akibat apa (penyebabnya).
  3. Uji 4 aturan: bukan negasi tujuan ✓ • peristiwa konkret ✓ • penyebab current & real ✓ • akibat terkait sasaran/indikator ✓
  4. Sumber risiko internal — berbeda dengan R1–R5 yang eksternal (perangkat daerah). Ini pekerjaan rumah sendiri.
  5. Bahasa formal birokrasi dipakai (mis. 'belum sepenuhnya memenuhi standar ... sesuai NSPK') — hindari istilah kasual.
📚 Sumber acuan
  • Kondisi lapangan Dinarpusda (terkonfirmasi) — depot arsip statis belum memiliki pintu darurat dan belum ada alokasi anggaran pengadaannya pada TA 2026 (baru direncanakan untuk diusulkan pada tahun anggaran berikutnya); komponen lain dalam kondisi baik
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan 2026 — Tabel 2.1.a: realisasi TW II 33,33%. Klarifikasi: angka 0 pada TW II karena kegiatan masih berjalan dan baru terealisasi pada TW 4, bukan karena tidak dijalankan
3

Analisis Risiko

Form 3B • Menu "Analisis Risiko" — isi skor + kolom Catatan (wajib)
⌨️ Isian aplikasi
Skala kemungkinan2 — Jarang terjadi
Catatan Kemungkinan"Bencana (kebakaran/banjir) yang mengancam depot arsip statis jarang terjadi; namun pemenuhan standar perlindungan dan penyelamatan arsip dari bencana belum penuh karena depot belum memiliki pintu darurat (kondisi faktual terkonfirmasi). Ketiadaan alokasi anggaran pengadaan pintu darurat pada TA 2026 memperpanjang jendela kerentanan depot terhadap bencana hingga tahun anggaran berikutnya. Kombinasi frekuensi rendah dengan kerentanan yang nyata dan berkepanjangan → skor 2."
Catatan Dampak"Arsip statis merupakan bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan negara; kemusnahannya bersifat permanen dan tidak tergantikan — berbeda dengan arsip yang sekadar sulit ditemukan. Kegagalan penyelamatan pada saat bencana menghapus bukti akuntabilitas negara sekaligus menjatuhkan komponen b indikator → dampak sangat signifikan terhadap target 100%."
Skala dampak5 — Sangat signifikan
Skor / level2 × 5 = 10 → Sedang (kuning)
Pengendalian yang adaBelum ada pengendalian yang memadai (pintu darurat belum tersedia; SOP evakuasi arsip pada saat bencana belum disusun)
Skor residual2 × 5 = 10 → residual: Sedang (kuning)
🧠 Cara berpikir
  1. Kemungkinan: bencana terhadap depot jarang terjadi, tetapi kerentanan (tanpa pintu darurat) nyata, terkonfirmasi, dan diperpanjang oleh ketiadaan alokasi anggaran TA 2026 → skor 2.
  2. Dampak: arsip statis yang musnah tidak tergantikan — ini kehilangan permanen, bukan sekadar sulit ditemukan seperti R5 → skor 5 (sangat signifikan).
  3. Catatan ditulis berpola: fakta kondisi + kaitan ke kriteria tabel — cantumkan angka/data dokumen sebagai bukti.
  4. Skor final idealnya via FGD/kuesioner (modus); ini penilaian awal analis.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 2 (kemungkinan), Tabel 3 (dampak), Tabel 4 (heatmap)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — kolom Catatan wajib
  • heatmap.html — verifikasi visual: 2 × 5 = 10 → Sedang
4

Evaluasi Risiko

Form 4B • Menu "Evaluasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Skor residual2 × 5 = 10 → Sedang (kuning)
Kriteria yang dapat diterimaDitetapkan pimpinan — contoh: hanya menerima sampai level Sedang
Hasil evaluasiPrioritas 3
PerlakuanDipertimbangkan untuk ditangani sesuai prioritas dan ketersediaan sumber daya (Tabel 5 — level Sedang)
🧠 Cara berpikir
  1. Bandingkan level residual dengan selera risiko pimpinan.
  2. Tentukan urutan prioritas: merah dulu (R2), lalu oranye (R1, R3), lalu kuning (R4, R5, KA 1).
  3. Perlakuan mengikuti Tabel 5.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 4 (level) & Tabel 5 (perlakuan)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Evaluasi Risiko
5

Rencana Penanganan

Form 5B • Menu "Rencana Penanganan Risiko" — inti dokumen RTP
⌨️ Isian aplikasi
Akar penyebab (Why)Why-1: arsip statis berisiko tidak terselamatkan pada saat bencana → Why-2: depot belum memiliki pintu darurat → Why-3: standar sarana depot sesuai NSPK belum dipenuhi sepenuhnya → Why-4 (akar): belum dialokasikannya anggaran pengadaan pintu darurat pada TA 2026
Uraian penangananJangka pendek (tanpa menunggu anggaran pintu darurat): (1) Pemenuhan sarana pemadam kebakaran ringan (APAR) pada depot arsip statis; (2) Penyusunan SOP evakuasi arsip pada saat bencana; (3) Penataan jalur evakuasi alternatif; (4) Simulasi/latihan evakuasi arsip secara berkala. Jangka menengah: (5) Pengusulan anggaran pengadaan pintu darurat depot arsip statis sesuai standar NSPK pada perencanaan tahun anggaran berikutnya
Jadwal2026–2027
Indikator penangananAPAR tersedia dan berfungsi; SOP evakuasi disahkan; jalur evakuasi alternatif tertata; simulasi evakuasi dilaksanakan minimal 1 kali; usulan anggaran pintu darurat masuk perencanaan tahun anggaran berikutnya
Penanggung jawab (pemilik risiko)Kepala Dinas
Pengelola risikoKepala Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Arsip
Anggaran dibutuhkanDiisi sesuai perhitungan kebutuhan
🧠 Cara berpikir
  1. Telusuri penyebab dengan "kenapa" berulang sampai ke akar yang bisa ditindak.
  2. Rancang penanganan yang menyentuh akar, bukan gejala — penanganannya konkret dan murah (pintu darurat + SOP), bukan program besar.
  3. Pastikan tiap penanganan punya indikator & jadwal — akan dipantau triwulanan (Form 7).
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — struktur Form 5B (kolom 1–17)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Rencana Penanganan Risiko
  • Berita Acara Verifikasi Renja 2026 (Bapperida) — register risiko & rencana penanganan sebagai lampiran dokumen

✅ Checklist siap input ke aplikasi

  1. Login e-office → Aplikasi Manajemen Kinerja → menu Pengendalian → MRPN
  2. Penetapan Konteks (F1B): isi profil + pilih Sasaran 2
  3. Identifikasi (Form 2): salin pernyataan risiko + kategori + penyebab + akibat
  4. Analisis (Form 3): input skor 2 & 5 beserta kedua kolom Catatan
  5. Evaluasi (Form 4): bandingkan dengan selera risiko pimpinan → tetapkan prioritas & perlakuan
  6. Rencana Penanganan (Form 5): salin akar penyebab, uraian penanganan, jadwal, indikator, PIC
⚠️ Catatan validasi: skor pada lembar ini adalah penilaian awal analis berdasarkan dokumen (Renja, kondisi lapangan terkonfirmasi). Skor final sebaiknya diputuskan melalui FGD/kuesioner bersama pemilik risiko (diambil modus), dan selera risiko ditetapkan oleh pimpinan.