Pernyataan Risiko 2 — Indikator: Rasio Perpustakaan per Penduduk
"Tidak bertambahnya jumlah perpustakaan sesuai SNP di Kabupaten Banyumas"
1
Penetapan Konteks
Form 1B • Menu "Penetapan Konteks" → Strategis OPD (F1B)
⌨️ Isian aplikasi
| Unit Pemilik Risiko | Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab. Banyumas |
| Tujuan | Meningkatnya literasi masyarakat dan meningkatnya tata kelola kearsipan |
| Sasaran | Meningkatnya Pemanfaatan Perpustakaan untuk Literasi |
| Indikator sasaran | Rasio Perpustakaan per Penduduk — target 0,60 |
| Unsur terancam | Ketersediaan dan penambahan unit perpustakaan yang terdata sesuai Standar Nasional Perpustakaan |
| Proses pendukung | BMS.APD.04.01.CFM.02 — Pengembangan Perpustakaan di Tingkat Daerah Kabupaten/Kota (pendirian & pendataan unit layanan baru) |
| Pemilik risiko | Kepala Dinas (level strategis) |
🧠 Cara berpikir
- RTP Strategis melekat pada Tujuan & Sasaran — konteksnya dimulai dari Sasaran 3.
- Pembeda dengan Risiko 1: Risiko 1 menilai sisi permintaan (pemanfaatan/kunjungan); risiko ini menilai sisi ketersediaan (jumlah unit perpustakaan yang terdata sesuai SNP).
- Realisasi 0,59 — tinggal 0,01 dari target 0,60, namun stagnan: belum ada perpustakaan kecamatan sama sekali dan penambahan unit baru berjalan lambat.
- Petakan ke proses bisnis yang menopang → BMS.APD.04.01.CFM.02 — Pengembangan Perpustakaan di Tingkat Daerah Kabupaten/Kota.
📚 Sumber acuan
Renstra Dinarpusda 2025–2029 — Tabel 3.1: Tujuan, Sasaran 3, indikator Rasio Perpustakaan per Penduduk target 0,60SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 Lampiran I — definisi RTP StrategisPeta Proses Bisnis Dinarpusda — BMS.APD.04.01.CFM.02
2
Identifikasi Risiko
Form 2B • Menu "Identifikasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
| Pernyataan risiko | "Tidak bertambahnya jumlah perpustakaan sesuai SNP di Kabupaten Banyumas" |
| Kategori | RO — Risiko Operasional |
| Sumber | Internal |
| Penyebab | Capaian rasio 0,59 — tinggal 0,01 dari target namun stagnan; belum adanya perpustakaan kecamatan sama sekali (0%); lambatnya penambahan perpustakaan baru yang terdata dan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan |
| Akibat | Rasio stagnan di 0,59 → target 0,60 tidak tercapai; pemerataan akses layanan perpustakaan antarwilayah tidak membaik |
🧠 Cara berpikir
- Mulai dari kondisi nyata (terkonfirmasi lapangan), bukan karangan — 0 perpustakaan kecamatan, penambahan unit baru lambat.
- Ubah kondisi menjadi peristiwa: apa yang terjadi + akibat apa (penyebabnya).
- Uji 4 aturan: bukan negasi tujuan ✓ • peristiwa konkret ✓ • penyebab current & real ✓ • akibat terkait sasaran/indikator ✓
- Bahasa formal birokrasi dipakai — hindari istilah kasual.
📚 Sumber acuan
Lampiran I pedoman — aturan pernyataan risiko + Tabel 1 (kategori)
Rancangan Akhir Renja Perubahan 2026 — realisasi Rasio Perpustakaan per Penduduk 0,59 dari target 0,60
Kondisi lapangan Dinarpusda (terkonfirmasi) — belum ada perpustakaan kecamatan sama sekali; penambahan perpustakaan baru berjalan lambat
3
Analisis Risiko
Form 3B • Menu "Analisis Risiko" — isi skor + kolom Catatan (wajib)
⌨️ Isian aplikasi
| Skala kemungkinan | 3 — Kadang terjadi |
| Catatan Kemungkinan | "Capaian 0,59 tinggal 0,01 dari target 0,60 — namun belum ada perpustakaan kecamatan sama sekali dan penambahan unit perpustakaan baru yang terdata sesuai SNP berjalan lambat. Tanpa intervensi pendirian/pendataan unit baru, stagnasi pada sebagian periode berpeluang terjadi → frekuensi 10–30% → skor 3." |
| Skala dampak | 3 — Moderat |
| Catatan Dampak | "Gap hanya 0,01 dan layanan eksisting tidak terganggu — namun stagnasi rasio menandakan pemerataan akses layanan perpustakaan antarwilayah tidak membaik, sehingga target pemerataan dalam Sasaran 3 tidak tercapai → dampak moderat." |
| Skor / level | 3 × 3 = 9 → Sedang (kuning) |
| Pengendalian yang ada | Pembinaan 10 perpustakaan desa (bimtek virtual SPPTIK, Mei 2026) — meningkatkan kualitas unit eksisting, bukan menambah jumlah unit terdata |
| Skor residual | 3 × 3 = 9 → residual: Sedang (kuning) |
🧠 Cara berpikir
- Kemungkinan: gap tinggal 0,01 (nyaris tercapai), tetapi tidak ada penambahan unit baru yang terdata → stagnasi berpeluang pada sebagian periode → skor 3 (kadang terjadi).
- Dampak: layanan eksisting tidak terganggu, hanya pemerataan yang tidak membaik → skor 3 (moderat).
- Catatan ditulis berpola: fakta kondisi + kaitan ke kriteria tabel.
- Skor final idealnya via FGD/kuesioner (modus); ini penilaian awal analis.
📚 Sumber acuan
Lampiran I — Tabel 2 (kemungkinan), Tabel 3 (dampak), Tabel 4 (heatmap)Buku Panduan Aplikasi MRPN — kolom Catatan wajibheatmap.html — verifikasi visual: 3 × 3 = 9 → Sedang
4
Evaluasi Risiko
Form 4B • Menu "Evaluasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
| Skor residual | 3 × 3 = 9 → Sedang (kuning) |
| Kriteria yang dapat diterima | Ditetapkan pimpinan — contoh: hanya menerima sampai level Sedang |
| Hasil evaluasi | Prioritas 3 |
| Perlakuan | Dipertimbangkan untuk ditangani sesuai prioritas dan ketersediaan sumber daya (Tabel 5 — level Sedang) |
🧠 Cara berpikir
- Bandingkan level residual dengan selera risiko pimpinan.
- Tentukan urutan prioritas: merah dulu, lalu oranye, lalu kuning (Risiko S3-2).
- Perlakuan mengikuti Tabel 5.
📚 Sumber acuan
Lampiran I — Tabel 4 (level) & Tabel 5 (perlakuan)Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Evaluasi Risiko
5
Rencana Penanganan
Form 5B • Menu "Rencana Penanganan Risiko" — inti dokumen RTP
⌨️ Isian aplikasi
| Akar penyebab (Why) | Why-1: rasio stagnan di 0,59 → Why-2: tidak ada penambahan unit perpustakaan baru yang terdata sesuai SNP → Why-3: belum ada perpustakaan kecamatan; pendirian perpustakaan desa baru berjalan lambat → Why-4 (akar): belum ada pemetaan kebutuhan dan rencana pendirian unit layanan baru yang sistematis |
| Uraian penanganan | (1) Pemetaan kebutuhan pendirian perpustakaan kecamatan/desa prioritas di wilayah yang belum terlayani; (2) Percepatan pendataan dan pembinaan perpustakaan eksisting menuju Standar Nasional Perpustakaan agar tercatat dalam rasio; (3) Fasilitasi pendirian perpustakaan desa baru di wilayah kosong layanan |
| Jadwal | 2026–2027 |
| Indikator penanganan | Dokumen pemetaan kebutuhan pendirian unit layanan baru; jumlah perpustakaan baru terdata sesuai SNP; rasio perpustakaan per penduduk ≥ 0,60 |
| Penanggung jawab (pemilik risiko) | Kepala Dinas |
| Pengelola risiko | Kepala Bidang Perpustakaan |
| Anggaran dibutuhkan | Diisi sesuai perhitungan kebutuhan |
🧠 Cara berpikir
- Telusuri penyebab dengan "kenapa" berulang sampai ke akar yang bisa ditindak.
- Rancang penanganan yang menyentuh akar — pemetaan kebutuhan dulu, baru pendirian/pendataan.
- Pastikan tiap penanganan punya indikator & jadwal — akan dipantau triwulanan (Form 7).
📚 Sumber acuan
Lampiran I — struktur Form 5B (kolom 1–17)Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Rencana Penanganan Risiko
Berita Acara Verifikasi Renja 2026 (Bapperida) — register risiko & rencana penanganan sebagai lampiran dokumen
✅ Checklist siap input ke aplikasi
- Login e-office → Aplikasi Manajemen Kinerja → menu Pengendalian → MRPN
- Penetapan Konteks (F1B): isi profil + pilih Sasaran 3
- Identifikasi (Form 2): salin pernyataan risiko + kategori + penyebab + akibat
- Analisis (Form 3): input skor 3 & 3 beserta kedua kolom Catatan
- Evaluasi (Form 4): bandingkan dengan selera risiko pimpinan → tetapkan prioritas & perlakuan
- Rencana Penanganan (Form 5): salin akar penyebab, uraian penanganan, jadwal, indikator, PIC
⚠️ Catatan validasi: skor pada lembar ini adalah penilaian awal analis berdasarkan dokumen (Renja, kondisi lapangan terkonfirmasi). Skor final sebaiknya diputuskan melalui FGD/kuesioner bersama pemilik risiko (diambil modus), dan selera risiko ditetapkan oleh pimpinan.