RTP Strategis OPD • Dinarpusda Kab. Banyumas

Lembar Kerja: Sasaran 3 — Risiko 1

Dokumen pendamping pengisian Aplikasi MRPN (e-office). Setiap isian aplikasi disertai cara berpikir di baliknya dan sumber acuan yang dipakai.  ← Daftar Lembar Kerja

Pernyataan Risiko 1 — Indikator: Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan
"Rendahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan unit layanan perpustakaan masyarakat"
1

Penetapan Konteks

Form 1B • Menu "Penetapan Konteks" → Strategis OPD (F1B)
⌨️ Isian aplikasi
Unit Pemilik RisikoDinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab. Banyumas
TujuanMeningkatnya literasi masyarakat dan meningkatnya tata kelola kearsipan
SasaranMeningkatnya Pemanfaatan Perpustakaan untuk Literasi
Indikator sasaranTingkat Pemanfaatan Perpustakaan — target 63,62% (2026)
Unsur terancamPemanfaatan perpustakaan masyarakat (desa/kelurahan, taman bacaan, sekolah)
Proses pendukungBMS.APD.04.01.CFM.02 — Pengembangan Perpustakaan di Tingkat Daerah Kabupaten/Kota (pembinaan & pengembangan unit layanan)
Pemilik risikoKepala Dinas (level strategis)
🧠 Cara berpikir
  1. RTP Strategis melekat pada Tujuan & Sasaran — konteksnya dimulai dari Sasaran 3.
  2. Pembeda penting: perpustakaan milik dinas sendiri dalam kondisi baik (terkonfirmasi). Risiko ini menilai pemanfaatan perpustakaan-perpustakaan se-Kabupaten Banyumas — desa/kelurahan, taman bacaan masyarakat, dan sekolah.
  3. Indikator: Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan — target 63,62%, realisasi TW II baru 6,57% (sangat rendah).
  4. Petakan ke proses bisnis yang menopang → BMS.APD.04.01.CFM.02 — Pengembangan Perpustakaan di Tingkat Daerah Kabupaten/Kota.
📚 Sumber acuan
  • Renstra Dinarpusda 2025–2029 — Tabel 3.1: Tujuan, Sasaran 3, indikator Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan target 63,62%
  • SE Bupati No. 000.7/2227/VI/2026 Lampiran I — definisi RTP Strategis
  • Peta Proses Bisnis Dinarpusda — BMS.APD.04.01.CFM.02
2

Identifikasi Risiko

Form 2B • Menu "Identifikasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Pernyataan risiko"Rendahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan unit layanan perpustakaan masyarakat"
KategoriRO — Risiko Operasional (ketidakcukupan proses internal / layanan)
SumberInternal
PenyebabRendahnya pemanfaatan perpustakaan desa — nihil pengunjung menurut rekap data perpustakaan 30-09-2026 (dari total 181.516 pengunjung, perpustakaan desa 0); pelaporan kunjungan belum merata (taman bacaan masyarakat mencatat 12.600 pengunjung namun 0 anggota); faktor lapangan terkonfirmasi: koleksi kurang menarik, jam layanan terbatas, dan minimnya program/kegiatan literasi
AkibatTarget 63,62% tidak tercapai (realisasi TW II 6,57%); pembinaan perpustakaan (Rp102,3 juta untuk 10 perpusdes) tidak berdampak pada kunjungan; kesenjangan layanan antarwilayah melebar
🧠 Cara berpikir
  1. Mulai dari kondisi nyata lapangan, bukan karangan — rekap 30-09-2026: 181.516 pengunjung total, tetapi perpustakaan desa 0 di semua kolom kunjungan.
  2. Ubah kondisi menjadi peristiwa: apa yang terjadi + akibat apa (penyebabnya).
  3. Uji 4 aturan: bukan negasi tujuan ✓ • peristiwa konkret ✓ • penyebab current & real ✓ • akibat terkait sasaran/indikator ✓
  4. Kategori RO: bersumber dari ketidakcukupan proses & layanan yang masih dapat dikendalikan dinas (koleksi, jam layanan, program, pelaporan).
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I pedoman — aturan pernyataan risiko + Tabel 1 (kategori)
  • Kondisi lapangan Dinarpusda (terkonfirmasi) — perpus dinas sendiri baik; penyebab sepi: koleksi kurang menarik, jam layanan terbatas, lokasi jauh, minim program
  • Rekap data perpustakaan 30-09-2026 (dokumen user) — total 181.516 pengunjung; SMP/MTs 142.577 (78,5%); perpus desa 0 pengunjung, koleksi 3.656 judul; TBM 12.600 pengunjung/0 anggota. Catatan: baris "layanan call center 24 jam" pada rekap adalah sarana kerja admin, bukan titik layanan — tidak masuk hitungan kunjungan
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan Dinarpusda 2026 — realisasi TW II 6,57% (sangat rendah); sub-kegiatan Pengembangan Perpustakaan (2.23.02.2.01.0011) pagu Rp102.323.800, realisasi baru bimtek virtual SPPTIK 20–21 Mei 2026 untuk 10 perpusdes
3

Analisis Risiko

Form 3B • Menu "Analisis Risiko" — isi skor + kolom Catatan (wajib)
⌨️ Isian aplikasi
Skala kemungkinan4 — Sering terjadi
Catatan Kemungkinan"Realisasi TW II baru 6,57% dari target 63,62% (sangat rendah). Rekap 30-09-2026 menunjukkan perpustakaan desa nihil pengunjung di semua kolom kunjungan dan taman bacaan masyarakat tanpa anggota tercatat — kondisi rendahnya pemanfaatan terjadi terus-menerus pada sebagian besar unit layanan masyarakat. Data Renja Perubahan 2026: sub-kegiatan Pengembangan Perpustakaan berpagu Rp102,3 juta (sumber campuran PAD + DAK Non-Fisik) realisasinya baru bimtek virtual — level pembinaan administratif, belum menyentuh daya tarik layanan. Kombinasi capaian sangat rendah dengan penyebab yang berlangsung terus → frekuensi 30–50% → skor 4."
Skala dampak4 — Signifikan
Catatan Dampak"Pemanfaatan adalah muara seluruh pembinaan perpustakaan — tanpa kunjungan, anggaran pembinaan dan DAK Non-Fisik yang menopang kegiatan literasi tidak menghasilkan outcome. Rendahnya pemanfaatan sekaligus menggagalkan misi pemerataan layanan ke desa/kelurahan — berdampak signifikan terhadap pencapaian Sasaran 3."
Skor / level4 × 4 = 16 → Tinggi (oranye)
Pengendalian yang adaPembinaan rutin (bimtek virtual SPPTIK untuk 10 perpusdes, Mei 2026) — belum menyentuh akar penyebab (koleksi, jam layanan, program)
Skor residual4 × 4 = 16 → residual: Tinggi (oranye)
🧠 Cara berpikir
  1. Kemungkinan: capaian sangat rendah (6,57%) dengan penyebab yang berlangsung terus (desa 0 pengunjung, pelaporan belum merata) → frekuensi 30–50% → skor 4 (sering terjadi).
  2. Dampak: pemanfaatan adalah muara — seluruh pembinaan menjadi sia-sia tanpa kunjungan; pemerataan layanan gagal → skor 4 (signifikan).
  3. Catatan verifikasi (jujur analis): angka rekap 181.516 pengunjung tidak klop dengan realisasi Renja 6,57% — kemungkinan beda periode/cakupan hitung; formula indikator perlu diverifikasi saat FGD agar skor tidak bertumpu pada angka yang salah baca.
  4. Catatan ditulis berpola: fakta kondisi + kaitan ke kriteria tabel.
  5. Skor final idealnya via FGD/kuesioner (modus); ini penilaian awal analis.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 2 (kemungkinan), Tabel 3 (dampak), Tabel 4 (heatmap)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — kolom Catatan Kemungkinan & Catatan Dampak wajib diisi
  • heatmap.html — verifikasi visual: 4 × 4 = 16 → Tinggi
  • Rancangan Akhir Renja Perubahan Dinarpusda 2026 — Tabel 2.1.b (realisasi TW II 6,57%); matriks pagu sub-kegiatan 2.23.02.2.01.0011 Rp102.323.800 (sumber campuran PAD + DAK Non-Fisik — Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah); SWOT: kelemahan "ketergantungan pada Dana Transfer Pusat (DAK Non Fisik)"
4

Evaluasi Risiko

Form 4B • Menu "Evaluasi Risiko"
⌨️ Isian aplikasi
Skor residual4 × 4 = 16 → Tinggi (oranye)
Kriteria yang dapat diterimaDitetapkan pimpinan — contoh: hanya menerima sampai level Sedang
Hasil evaluasiPrioritas 2 (setelah risiko-risiko level Sangat Tinggi)
PerlakuanDimitigasi (mitigate) — wajib dilakukan pengendalian untuk menurunkan kemungkinan/dampaknya (Tabel 5 — level Tinggi)
🧠 Cara berpikir
  1. Bandingkan level residual dengan selera risiko pimpinan.
  2. Tentukan urutan prioritas antar-risiko: merah dulu, lalu oranye, lalu kuning.
  3. Perlakuan mengikuti Tabel 5.
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — Tabel 4 (level) & Tabel 5 (perlakuan)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Evaluasi Risiko
5

Rencana Penanganan

Form 5B • Menu "Rencana Penanganan Risiko" — inti dokumen RTP
⌨️ Isian aplikasi
Akar penyebab (Why)Why-1: kunjungan ke perpustakaan desa dan taman bacaan rendah → Why-2: koleksi kurang menarik, jam layanan terbatas, minim program/kegiatan → Why-3: pembinaan selama ini berlevel administratif (bimtek virtual), belum menyentuh daya tarik layanan → Why-4 (akar): belum ada program/kegiatan literasi yang berkelanjutan dan terjadwal di tingkat desa, serta pelaporan kunjungan yang belum tertib
Uraian penanganan(1) Penguatan program/kegiatan literasi rutin dan terjadwal di perpustakaan desa & taman bacaan masyarakat (bukan seremonial); (2) Pembenahan dan penambahan koleksi sesuai kebutuhan/minat masyarakat setempat; (3) Penataan jam layanan agar aksesibel (mis. sore hari/akhir pekan); (4) Penertiban dan pemerataan pelaporan kunjungan seluruh unit layanan melalui SIMANTAP; (5) Advokasi keberlanjutan dan ketepatan waktu penyaluran DAK Non-Fisik sebagai penopang kegiatan literasi
Jadwal2026–2027
Indikator penangananJumlah kegiatan literasi rutin per perpustakaan desa; pertumbuhan kunjungan perpus desa & TBM; 100% unit layanan melaporkan kunjungan via SIMANTAP; koleksi bertambah sesuai hasil survei kebutuhan masyarakat
Penanggung jawab (pemilik risiko)Kepala Dinas
Pengelola risikoKepala Bidang Perpustakaan
Anggaran dibutuhkanDiisi sesuai perhitungan kebutuhan
🧠 Cara berpikir
  1. Telusuri penyebab dengan "kenapa" berulang sampai ke akar yang bisa ditindak.
  2. Rancang penanganan yang menyentuh akar — program rutin dan koleksi yang relevan, bukan sekadar bimtek administratif.
  3. Pastikan tiap penanganan punya indikator & jadwal — akan dipantau triwulanan (Form 7).
📚 Sumber acuan
  • Lampiran I — struktur Form 5B (kolom 1–17)
  • Buku Panduan Aplikasi MRPN — Menu Rencana Penanganan Risiko
  • Berita Acara Verifikasi Renja 2026 (Bapperida) — register risiko & rencana penanganan sebagai lampiran dokumen

✅ Checklist siap input ke aplikasi

  1. Login e-office → Aplikasi Manajemen Kinerja → menu Pengendalian → MRPN
  2. Penetapan Konteks (F1B): isi profil + pilih Sasaran 3
  3. Identifikasi (Form 2): salin pernyataan risiko + kategori + penyebab + akibat
  4. Analisis (Form 3): input skor 4 & 4 beserta kedua kolom Catatan
  5. Evaluasi (Form 4): bandingkan dengan selera risiko pimpinan → tetapkan prioritas & perlakuan
  6. Rencana Penanganan (Form 5): salin akar penyebab, uraian penanganan, jadwal, indikator, PIC
⚠️ Catatan validasi: skor pada lembar ini adalah penilaian awal analis berdasarkan dokumen (Renja, rekap data 30-09-2026, kondisi lapangan terkonfirmasi). Skor final sebaiknya diputuskan melalui FGD/kuesioner bersama pemilik risiko (diambil modus), dan selera risiko ditetapkan oleh pimpinan.